KNEKS Optimis Industri Halal Bakal Tetap Bisa Berkembang

Ekonomi  KAMIS, 28 MEI 2020 | 09:53 WIB | Natasha

KNEKS Optimis Industri Halal Bakal Tetap Bisa Berkembang

Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNEKS, Afdhal Aliasar/nat

Moeslimchoice | Walaupun terkena dampak pandemi COVID 19, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) meyakini industri halal Indonesia akan tetap bisa berkembang. Caranya, dengan memanfaatkan gaya hidup masyarakat dan teknologi.

Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNEKS Afdhal Aliasar mengatakan, di tengah pandemi Covid-19,  semua sektor terdampak oleh pandemi COVID 19, termasuk industri halal Indonesia.

"Ada penurunan omset sebesar 80 persen pada pasar ritel, penurunan 30 hingga 50 persen pada industri fashion muslim dan juga pada industri pariwisata halal," kata Afdhal saat dihubungi, Rabu (27/5/20).

Tapi, lanjutnya, dengan memanfaatkan teknologi dan gaya hidup yang diusung masyarakat pada masa pandemi ini, industri halal akan tetap bisa bertumbuh.

"Semua sektor industri halal harus menangkap peluang pasar untuk mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi di tengah pandemi ini," ujarnya.

Dengan konsep digitalisasi, pelaku industri halal seharusnya mampu mengisi ceruk kebutuhan akan makanan sehat di era Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Masyarakat harus di rumah saja dan menjaga kesehatan. Artinya butuh makanan sehat dan higienis. Inilah yang harus ditangkap. Kalau dulu mereka yang datang, sekarang pelaku industri yang datang menawarkan melalui teknologi," urainya.

Sektor obat dan suplemen herbal tradisional, lanjutnya, juga bisa memanfaatkan momen dan menangkap peluang yang ada.

"Agar kualitas produk dan distribusi bisa meningkat obat tradisional harus mendapatkan perhatian khusus dalam pengembangannya. Jadikan kondisi pandemi ini sebagai momentum dalam pengembangan usahanya dengan dukungan teknologi digitalisasi sehingga industri halal tetap berkembang," imbuhnya.

Meskipun terdampak, Afdhal mengbfharapkan industri halal Indonesia, tetap berkembang di tengah kondisi ini dan juga setelah wabah akan makin meningkat pertumbuhannya. 

Laporan State of The Global Islamic Economy Report 2019-2020 mencatat Indonesia berada di posisi kelima negara dengan industri halal terbesar.

"Posisi Indonesia di bawah Malaysia yang berada di urutan pertama, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Arab Saudi. Data tahun 2018, Indonesia berada di peringkat ke-10," ujar Afdhal.

"Dengan proyeksi pertumbuhan makanan halal yang akan mencapai 2 triliun Dollar Amerika pada tahun 2024 dan diperkuat dengan pengembangan teknologi dan kemudahan sertifikasi halal, industri halal Indonesia akan tetap bertumbuh," pungkasnya.[fah]


Komentar Pembaca