Penumpang Kereta Api Wajib Punya Surat Izin Untuk Masuk Jakarta

Nasional  RABU, 27 MEI 2020 | 19:00 WIB | RMOL

Penumpang Kereta Api Wajib Punya Surat Izin Untuk Masuk Jakarta

Kereta api/Net

MoeslimChoice | Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memperketat akses keluar masuk wilayah ibukota untuk menekan penyebaran Covid-19, sebagaimana yang tertuang pada Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta 47/2020.

Pergub tersebut mengatur mekanisme perizinan bagi penduduk Jakarta saat keluar kawasan Jabodetabek dan penduduk dari luar Jabodetabek saat masuk ke Jakarta, yaitu harus melalui Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) wilayah DKI Jakarta.

Oleh karena itu, sesuai dengan pergub tersebut, maka setiap penumpang Kereta Api Luar Biasa yang akan berangkat dari dan menuju Stasiun Gambir, diharuskan memiliki Surat Izin Keluar Masuk DKI.

"Kebijakan ini menyesuaikan dengan aturan yang diterbitkan Pemprov DKI dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangannya, Rabu, 27/5/20.

Joni menjelaskan, saat proses verifikasi berkas untuk membeli tiket, calon penumpang KLB dari dan menuju DKI Jakarta diharuskan menunjukkan SIKM serta berkas lainnya sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 Nomor 5/2020.

"Bagi calon penumpang yang berkasnya lengkap dan sesuai, akan diizinkan oleh Tim Satgas Covid-19 yang ada di stasiun untuk membeli tiket kereta api di loket," lanjut Joni.

Kebijakan ini juga berlaku bagi penumpang yang sebelumnya telah membeli tiket mulai H-7. Jika tidak memiliki SIKM meski sudah memiliki tiket tidak diizinkan menggunakan KLB lalu tiket akan dikembalikan 100 persen.

Joni menambahkan sampai dengan tanggal 26 Mei KAI telah menjual 2.231 tiket KLB ke berbagai rute untuk perjalanan hingga 31 Mei 2020.

“Perjalanan KLB ini akan tetap kami jalankan untuk melayani masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Layanan KLB ini juga akan terus kami evaluasi pengoperasiannya,” tutup Joni. (wrn)


Komentar Pembaca