Arief Poyuono Kecam Perlakuan Terhadap Siti Fadilah dan Deddy Corbuzier

Polhukam  RABU, 27 MEI 2020 | 02:05 WIB | Warni Arwindi

Arief Poyuono Kecam Perlakuan Terhadap Siti Fadilah dan Deddy Corbuzier

MoeslimChoice | Sempat menjalani perawatan di rumah sakit, Siti Fadilah Supari, eks Menteri Kesehatan, harus kembali menghuni sel di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengecam tindakan itu lantaranbertentangan dengan peraturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

“Sudah benar mengeluarkan Siti Fadilah dari Pondok Bambu yang berisikan 50 orang lebih positif Corona. Kok malah sekarang dibalikin lagi ke dalam? Kemenkumham apa gak paham ini keadaan darurat? Mengembalikan ke Pondok Bambu itu upaya pembunuhan pakai corona terhadap Siti Fadilah,” ujar Arief dalam keterangannya, Selasa, 26/5/20.

Arief mengemukakan, pengembalian Siti Fadilah ke Lapas Pondok Bambu membuatnya rentan terinfeksi Covid-19 mengingat usianya yang sudah di atas 70 tahun. "Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kondisi penjara yang terisolasi dengan 50 orang positif (Covid-190 didalamnya, Siti Fadilah sangat rentan terpapar Corona," tandasnya.

Arief Poyuono juga menyoroti akun YouTube tentang pertemuan Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Supari yang telah ditonton mencapai 3 juta lebih. Menurut dia tidak ada yang salah dengan silahturahmi keduanya.

“Isinya sesuai dengan garis pemerintahan dan pelajaran tentang bagaimana menghadapi wabah flu burung yang bisa digunakan saat ini. Seharusnya pemerintah memetik pelajaran dari pengalaman Siti Fadilah untuk mengatasi corona saat ini,” tegasnya.

Dia juga menyinggung pernyataaan Ditjen PAS, Kemenkumham yang mengatakan wawacara cara tersebut tidak ada izin, menurut dia hal tersebut terlalu mengada-ada. “Jangan lebailah. Bikin malu aja. Sebelumnya juga sudah berkali-kali wawancara dilakukan wartawan saat Siti Fadilah di dalam penjara. Semua media massa memuat pernyataan bu Siti yang isinya bagaimana mengatasi corona,” tegasnya.

Arief Poyuono juga menyinggung pernyataan yang menyalahkan Deddy Corbuzier karena mengunggah pertemuan silahturahminya di akun YouTubenya, yang kemudian dikutip oleh berbagai media nasional.

“Sudah jelas itu hak privat Deddy mengupload dokumentasi tersebut, yang justru menjadi hak publik untuk tahu. Ingat ini bukan zaman orde baru lagi, yang semua hak publik bisa didapat kalau ada izin,” tukasnya. (wrn)


Komentar Pembaca