Pandemik Covid-19, Xinjiang Uighur Terlihat Senyap Saat Hari Raya Idul Fitri

Internasional  SENIN, 25 MEI 2020 | 10:30 WIB | RMOL

Pandemik Covid-19, Xinjiang Uighur Terlihat Senyap Saat Hari Raya Idul Fitri

Foto/net

Moeslimchoice | Masyarakat di daerah otonomi Xinjiang Uighur China merayakan Idul Fitri yang juga dikenal sebagai Festival Rozah, Minggu (24/5/2020) dalam suasana yang senyap. Perayaan yang biasanya ramai, kali ini jauh lebih tenang karena adanya kekahawatiran akan pandemik.

Masyarakat lebih banyak berdiam di rumah karena masih sangat khawatir akan pandemik Covid-19, walau negara itu telah berhasil mengatasi wabah.

Toko-toko kue di Urumqi belum banyak didatangi pelanggan. Biasanya jelang Idul Fitri banyak pelanggan yang datang.

“Banyak yang memutuskan untuk menikmati Idul Fiti di rumah. Mereka mengurangi jalan-jalan dan kunjungan keluarga. Saat ini orang-orang memesan kue online,” ujar salah satu pemilik toko kue, seperti dikutip dari CGTN, Minggu (24/5/2020).

Sejak toko-toko diijinkan untuk kembali beroperasi, mereka menerapkan aturan kesehatan yang telah ditetapkan, seperti rutin melakukan desinfeksi yang ketat, para pelayan menggunakan masker dan sarung tangan, dan semua pekerja mendapatkan pemeriksaan suhu secara teratur. Wabah membuat semangat liburan telah berkurang.

Salah satu supermarket besar di Urumqi telah menimbun barang-barang dan makanan khas Lebaran. Menurutnya, walau telah banyak pengunjung yang berbelanja untuk festival Rozah, bisnis masih lebih lambat.

"(Penjualan) masih jauh di belakang di banding tahun lalu. Sebagian karena lebih sedikit turis yang bepergian di sini. Para turis biasanya membeli barang liburan dan makanan khas setempat juga," kata manajer toko itu.

Dengan keranjang berisi berbagai buah-buahan, sayuran dan permen, seorang pembelanja mengatakan bahwa dia akan memasak makanan besar di rumah untuk Festival Rozah alih-alih pergi keluar.

"Sudah saatnya berbelanja untuk keluarga. Aku membeli apa pun yang ingin dimakan keluarga dan anak-anak."

Namun begitu, tidak semua masyarakat berdiam di rumah. Idul Fitri adalah momen yang tidak boleh dilewatkan begitu saja, sehingga beberapa masyarakat tetap nekat melakukan perjalanan baik untuk keluar berbelanja, bersilaturahmi, dan mudik.

Itu adalah tradisi yang terlalu sulit untuk dilanggar. Orang-orang juga tetap berjubel di pasar untuk berbelanja untuk kebutuhan membuat makanan.

"Saya membeli semuanya di sini, seperti Sanzi (sejenis adonan goreng) dan kue Bakri. Kami harus memilikinya pada hari ini," kata seorang pelanggan.

"Kami berkumpul dan berbagi dengan keluarga. Ini adalah hari seluruh keluarga kami berkumpul. Ini adalah hari untuk berbagi dan mengungkapkan harapan terbaik satu sama lain."

Sebagaimana halnya di Indonesia, Festival Rozah atau Lebaran adalah saat istimewa yang tidak boleh terlewatkan begitu saja. Di tengah pandemik, orang-orang melakukan berbagai cara untuk tetap bisa merayakannya. [ary]


Komentar Pembaca
Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Jumat, 03 Juli 2020 | 14:30

Inilah Kunci Ketenangan Hati Menurut Al Quran
New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020 | 02:30