Juru Wabah Pandu Riono Mohon Maaf Gagal Buat Pemerintah Tegas pada Covid-19

Nasional  MINGGU, 24 MEI 2020 | 12:55 WIB | Warni Arwindi

Juru Wabah Pandu Riono Mohon Maaf Gagal Buat Pemerintah Tegas pada Covid-19

MoeslimChoice | Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono meminta maaf kepada masyarakat karena merasa gagal mengingatkan pemerintah dalam menanggapi dan menangani penyebaran Covid-19 di Indonesia. Sebaliknya ia mengapresiasi warga yang sudah berinisiatif dan bergerak melakukan pembatasan sosial berbasis komunitas. Dia meminta masyarakat melanjutkannya untuk mencegat peningkatan jumlah yang terinfeksi Covid-19.

“Hari ini saya minta maaf pada publik. Saya, juru wabah, tak berhasil mengingatkan pemerintah tentang peran utama publik, komunitas sebagai pelaku utama dalam respon pandemik,” kata Pandu, Minggu 24/5/20.

Terkait Idul Fitri sebagai perayaan kemenangan spiritual, Pandu menyebutkan pemenang kaliini adalah warga masyarakat yang tidak mudik, taat menggunakan masker dan mencuci tangan sebagai bagian dari imbauan pemerintah. “Hari ini 1 Syawal 1441 H, kita merasa menang. Yang menang itu orang-orang yang menahan diri dari godaan untuk langgar anjuran Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB,” ungkapnya.

Sedangkan untuk yang sembrono dan menganggap remeh PSBB secara tersirat Pandu menyatakan sebagai yang kalah. "Hal-hal yang sederhana saja tidak dipatuhi, karena kita lebih pakai nafsu, bukan akal sehat,” ujarnya.

Perkembangan wabah Covid-19 di Indonesia menjadi lebih mengkhawatirkan setelah banyak pelanggaran PSBB menjelang akhir Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriyah yang jatuh pada Minggu, 24/5/20. Data jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 per Sabtu (23/5/2020) pukul 12.00 WIB bertambah 949 orang sehingga total kasus positif mencapai 21.745 orang.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah 192 menjadi 5.249 orang, sedangkan kasus meninggal bertambah 25 menjadi 1.351. Data penambahan ini merupakan hasil dari pemeriksanaan spesimen dengan jumlah kumulatif 239.740. Secara umum sudah 399 kabupaten di 34 provinsi yang terjangkit Covid-19.

Demikian disampaikan Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dari Graha BNPB, Sabtu (23/5/2020).

Yuri menghimbau masyarakat untuk tetap patuh pada anjuran dan siap beraktivitas pada kondisi normal yang baru. Kondisi itu mengharuskan masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan selalu menggunakan masker saat ke luar rumah.

Dia menekankan, masyakarat harus menghindari kerumunan dan bepergian jauh, seperti aktivitas mudik. Semua dilakukan dalam upaya membendung penyebaran virus.

"Tanpa ini kita akan menghadapi problem berkepanjangan. Jadi mari bekerja sama, saling membantu, patuhi semua anjuran pemerintah," ujarnya. (wrn)


Komentar Pembaca