Hindari Kemudharatan, MUI Imbau Shalat Ied di Rumah

Nasional  SABTU, 23 MEI 2020 | 17:50 WIB

Hindari Kemudharatan, MUI Imbau Shalat Ied di Rumah

foto/net

Moeslimchoice. Pemerintah melalui Sidang Isbat yang dilaksakan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas-ormas Islam menetapkan 1 Syawal 1441 H bertepatan dengan 22 Mei 2020. Terkait dengan hal tersebut, MUI mengimbau umat Muslim untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 H di rumah saja. 

Hal ini tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020. 

"Shalat Idul Fitri itu bukan dilarang, tetapi kita mengindahkan kaedah _Darul Mafasid Muqoddamun 'ala Jalbil Masholih_. Kita menghindarkan kerusakan, menghindarkan kemudharatan daripada mengambil masalah," kata Ketua MUI, Abdullah Jaidi dalam jumpa pers usai Sidang Isbat 1 Syawal 1441 H, di Kantor Kementerian Agama, Jumat (22/5).

"Shalat Jumat saja kita menyampaikan dapat dilakukan di rumah sendirian, itu yang wajib. Apalagi shalat Idul Fitri yang sunah," ujarnya.

Keputusan ini menurut Abdullah Jaidi diambil oleh MUI untuk menekan potensi penyebaran atau penularan wabah Covid-19. 

MUI menyarankan umat Islam untuk shalat di rumah, termasuk di daerah yang dinyatakan hijau, agar tak menggelar shalat di lapangan. Abdullah Jaidi mengungkapkan, sulitnya mengantisipasi berkumpulnya massa jika shalat digelar di tempat lapang terbuka.

Hal ini tentunya akan berdampak pada sulitnya menghindari kemudharatan sepert penularan Covid-19. 

"Kita perlu bersabar, Insya Allah akan diberikan yang terbaik jika kita bersabar," ujarnya.

Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan imbauan senada. 

"Sebelum mengakhiri konferensi pers ini, kami imbau untuk tetap mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pedoman Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H," ujar Menag.

"Kami imbau, untuk shalat Idul Fitri yang biasanya dilaksanakan di masjid atau di lapangan ditiadakan. Cukup dilaksakan di rumah," kata Menag. 

Menag berharap selama Idul Fitri semua pihak dapat taat pada aturan. 

"Sehingga perkembangan Covid-19 ini dapat ditekan," ujar Menag, seperti dilansir dari laman resmi Kemenag. 

Hal ini juga berlaku bagi kegiatan takbiran keliling. 

"Takbiran cukup dilakukan bersama-sama di rumah, atau di masjid dengan pengeras suara dan menerapkan protokol kesehatan," pesan Menag. [mt]


Komentar Pembaca