Peretas Tokopedia Klaim Ambil Alih Data KPU | Belum Ngaku, Tapi KPU Cek

Nasional  JUMAT, 22 MEI 2020 | 12:55 WIB | Warni Arwindi

Peretas Tokopedia Klaim Ambil Alih Data KPU | Belum Ngaku, Tapi KPU Cek

Viryan Aziz, komisioner KPU.

MoeslimChoice | Komisi Pemilihan Umum mengecek keamanan server data miliknya terkait dugaan jutaan data diservernya yang diretas. Klaim peretasan KPU datang dari akun twitter @underthebreach, yang sebelumnya juga mengumumkan peretasan data Tokopedia.

"KPU RI sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita tersebut lebih lanjut, melakukan cek kondisi internal (server data) dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian," kata Viryan Azis di Jakarta, Jumat, 22/5/20.

Menanggapi klaim akun @underthebreach yang mengunggah beberapa tampilan contoh peretasan, Viryan mengakui tampilan data itu merupakan soft file dari daftar pemilih tetap Pemilu 2014.

"Soft file data KPU tersebut dikeluarkan sesuai dengan regulasi dan untuk memenuhi kebutuhan publik bersifat terbuka. Picture ini berdasarkan meta datanya tanggal 15 November 2013," kata dia.

Menyinggung soal jumlah datar pemilih tetap pada Pemilu Presiden 2014, dia mengatakan bahwa data itu tidak sampai 200 juta jiwa, tetapi 190 juta jiwa.

Sebelumnya, pada Kamis, 21/5/20 peretas mengklaim telah membobol 2,3 juta data warga Indonesia dari KPU. Informasi itu muncul akun @underthebreach yang sebelumnya mengabarkan kebocoran data ecommerce Tokopedia di awal bulan ini.

"Aktor (peretas) membocorkan informasi 2.300.000 warga Indonesia. Data itu termasuk nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir, dan lainnya," begitu kicau @underthebreach.

Akun itu juga menyebutkan, data tersebut tampaknya merupakan keluaran 2013. Tidak hanya itu, peretas juga mengklaim akan membocorkan 200 juta data lainnya.

Dalam tampilan akun @underthebreach juga muncul gambar struktur folder penyimpanan data yang berhasil diakses. Kita tunggu penjelasan berikutnya. (Wrn)




Komentar Pembaca