Bisnis Apa yang Marak di Tengah Wabah? | Ini Beberapa Saja

Ekonomi  JUMAT, 22 MEI 2020 | 08:55 WIB | Warni Arwindi

Bisnis Apa yang Marak di Tengah Wabah? | Ini Beberapa Saja

MoeslimChoice | Bisnis yang marak di tengah wabah salah satunya adalah pergudangan barang atau logistik. Pemicunya adalah maraknya bisnis ritel online yang memrlukan penyimpanan stok maupun ekspedisi yang memerlukan ruang penyimpanan.

Meski pertumbuhan sektor pergudangan mengalami perlambatan, dalam empat tahun terakhir harga sewanya terus meningkat. Peningkatan harga ini sejalan dengan peningkatan keperluan pergudangan untuk menyimpan bahan keperluan sehari-hari atau yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Managing Partner Residential Services Coldwell Banker Indonesia, Alvin Alexander mengakui, data antarwaktu periode Kuartal Pertama 2017 sampai Kuartal Keempat 2019, terdapat kenaikan harga pergudangan yang cukup signifikan dibandingi sektor lainnya. Hal ini terlihat pada grafik Tren Kenaikan Harga Properti Komersial Di Jakarta selama Q1-2017 sampai Q4-2019 yang dikutip dari Coldwell Banker.

Dalam grafik tersebut ditemukan bahwa ada kenaikan yang signifikan pada harga pergudangan dari Kuartal 1-2017 sampai Kuartal IV-2019 dibandingi sektor lainnya. Bahkan kenaikan harga pergudangan mampu meningkat sebanyak tujuh persen dalam empat tahun tersebut.

Sementara itu, harga perkantoran, pusat perbelanjaan, dan apartemen strata justru terus tertekan. Hal ini dapat terlihat pada harga lahan industri yang nampak stagnan, harga apartemen yang hanya naik 3 persen, dan harga perkantoran yang mengalami kenaikan hanya sebesar 1 persen. “Pertumbuhan bisnis online, khususnya untuk bahan makanan telah mendorong tren pasar pergudangan,” tutur Alvin dalam konferensi virtual, Selasa, 19/5/20.

Menurut Alvin, pada era “new normal” nanti, keperluan pergudangan akan kian meningkat, baik sebagai inventory ataupun pusat logistik.

Senada dengan Co!dwell Banker, Pendiri dan CEO Rentfix, Effendy Tanuwidjaja juga menyatakan, aktivitas penyewaan pergudangan tetap ada seiring dengan tingginya permintaan atas online retail, meski berada di tengah wabah Covid-19. Bahkan pihaknya menilai, kedepannya, subsektor pergudangan masih akan terus menjadi favorit di sektor properti.

Effendy juga membeberkan, dari 100 persen permintaan yang masuk, 45 persennya adalah permintaan penyewaan pergudangan (Rentfix Inventory). Disusul dengan penyewaan tempat tinggal (Rentfix Stay) sebesar 30 persen dan tempat usaha (Rentfix Business) sebanyak 25 persen.

Sebelumnya, Rentfix.com juga pernah menyuarakan bahwa selama kuartal I/2020, tercatat bahwa ada lonjakan permintaan penyewaan dari segmen pergudangan dan di tiga bulan pertama, permintaan pergudangan lebih tinggi daripada segmen lainnya. “Di tengah mewabahnya virus corona di Tanah Air, segmen pergudangan menerima permintaan sewa yang lebih banyak seiring dengan naiknya permintaan akan ritel online,” katanya, Kamis, 14/5/20.

Jadi, bisa disimpulkan, bisnis yang marak di masa wabah Covid-19 setidaknya adalah jual-beli online, ekspedisi atau pengiriman paket barang, dan tentu saja bisnis pergudangan untuk menyimpan persediaan barangnya. (wrn)


Komentar Pembaca