Menyusul Penangkapan Kabag Kepegawaian, Para Pejabat UNJ Jalani Pemeriksaan

Hukum  JUMAT, 22 MEI 2020 | 07:55 WIB | Warni Arwindi

Menyusul Penangkapan Kabag Kepegawaian, Para Pejabat UNJ Jalani Pemeriksaan

MoeslimChoice | Menyusul penangkapan Kepala Bagian Kepegawaian Universitas Negeri Jakarta Dwi Achmad Noor, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memeriksa sejumlah pejabat terkait dugaan gratifikasi kepada pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tak kurang dari tujuh pejabat UNJ yang menjalani pemeriksaan ini.

Selain Rektor Universitas Jakarta (UNJ), Komarudin dan Kabag Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor, yang menjalani pemeriksaan antara lain Kemudian, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Sofia Hartati; Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud, Tatik Supartiah; Karo SDM Kemendikbud, Diah Ismayanti; Staf SDM Kemendikbud, Dinar Suliya; serta Staf SDM Kemendikbud, Parjono.

"KPK melakukan serangkaian permintaan keterangan antara lain terhadap nama-nama tersebut," kata Plt Juru Bicara, Ali Fikri melalui pesan singkatnya yang beredar, Jumat, 22/5/20.

Menurut Ali, setelah dilakukan permintaan keterangan, belum ditemukan unsur pelaku penyelenggara negara. Sehingga, selanjutnya dengan mengingat kewenangan, tugas pokok dan fungsi KPK maka KPK melalui unit Koordinasi dan Supervisi Penindakan menyerahkan kasus tersebut kepada Kepolisian RI untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

"KPK mengimbau kepada penyelenggara negara untuk tidak melakukan korupsi dan atau menerima gratifikasi, terlebih dalam situasi prihatin saat ini dengan adanya musibah wabah covid 19," ujarnya.

Sebelumnya KPK berhasil menindak upaya pemberian uang kepada penyelenggara negara berupa dana tunjangan hari raya (THR) dari pejabat UNJ kepada pejabat Kemendikbud. Dalam Operasi Tangkap Tangan itu KPK menyita barang bukti uang kertas 1.200 dolar AS dan Rp27.500.000.

Contoh buruk bagi mahasiswa dan dunia pendidikan pada umumnya. Naudzubillah. (wrn)


Komentar Pembaca