Ujian Kepemimpinan Pemerintah

Opini  SENIN, 18 MEI 2020 | 13:25 WIB

Ujian Kepemimpinan Pemerintah

Djohermansyah Djohan/ist

BAIK atau buruk kepemimpinan tidak bisa diketahui tanpa ujian. Ujian yang bagus adalah ujian dadakan. Bukan ujian buatan dalam kampanye pemilihan yang sudah disiapkan jawaban.

Di situ kita akan tahu emas atau loyang mutu sang pemimpin pemerintahan. Di situ kita akan melihat "delivered" atau sekedar  "send" saja seorang pemimpin pemerintahan.

Disitu kita akan menyaksikan kecanggihan pemimpin pemerintahan dalam memimpin operasi penanggulangan.

Tanpa repot-repot ujian dadakan diberikan Tuhan. Covid-19 virus yang tak kelihatan diturunkan.

Ternyata kegagapan  melanda banyak pemimpin pemerintahan di seantero dunia. Hitung jari yang mendapatkan nilai tinggi. Rata-rata buruk dan buruk sekali. Misalnya, virus korona dilepaskan masuk teritori tanpa ditahan.

Pencegahan penularan di internal negara gagal pula dilakukan, karena inkonsistensi kebijakan.

Penanganan pasien yang membludak di rumah sakit kedodoran, karena minimnya persiapan, sehingga ribuan korban berjatuhan tidak terkecuali tenaga kedokteran dan keperawatan.

Pemberian bantuan sosial untuk korban terdampak wabah acak-acakan, karena data telat dimutakhirkan.

Kolaborasi, koordinasi dan sinergitas antar instansi dan lembaga, antara pemerintah pusat dan daerah tidak pula berjalan, yang mencuat justru perseteruan.

Ke depan, pasca wabah agaknya Indonesia perlu menata kembali sistem pemilihan pimpinan pemerintahan.

Seyogianya mereka yang memiliki rekam jejak bagus dan kompetensi tinggi yang bisa naik ke kursi pimpinan pemerintahan. Bukan yang sekedar "lepas makan"...[***]

OLEH: DJOHERMANSYAH DJOHAN
Guru Besar IPDN, Dirjen Otda Kemendagri 2010-2014, Pendiri i-Otda



Komentar Pembaca
Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05

Bubarkan Fpi

Bubarkan Fpi

Ahad, 03 Mei 2020 | 19:55