Kasus Positif COVID-19 Arab Saudi Sentuh Angka 52 Ribu Lebih dan 302 Meninggal

Kabar Tanah Suci  SENIN, 18 MEI 2020 | 01:30 WIB

Kasus Positif COVID-19 Arab Saudi Sentuh Angka 52 Ribu Lebih dan 302 Meninggal

foto/net

Moeslimchoice. Ketika 2.840 kasus COVID-19 baru diumumkan pada Sabtu (16/5), itu merupakan jumlah harian tertinggi, Kementerian Kesehatan Saudi mengatakan, bahwa jumlah total kasus COVID-19 yang tercatat sekarang berjumlah 52.016 kasus.

Juru bicara kementerian, Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mengumumkan bahwa saat ini terdapat 28.048 kasus aktif virus corona, 166 di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Dia mengatakan, bahwa 34 persen dari kasus yang dicatat pada Sabtu (16/5) adalah warga Saudi, dan sisanya adalah ekspatriat, dengan Riyadh mencatat jumlah tertinggi dari kasus yang dikonfirmasi di Arab Saudi dengan jumlah 839 kasus yang dikonfirmasi. 36 persen dari kasus saat ini adalah perempuan, 9 persen adalah anak-anak, 87 persen adalah orang dewasa berusia 18-65 tahun, dan 4 persen adalah orang dewasa di atas usia 65 tahun.

Al-Aly mengumumkan 1.797 kasus yang sembuh pada Sabtu, sehingga total yang sembuh meningkat menjadi 23.666 kasus. Sementara kasus meninggal berjumlah 10 kasus dalam waktu 24 jam terakhir di Arab saudi. Sehingga total yang meninggal karena kasus virus corona ini menjadi 302 orang. 

Di antara 10 orang yang meninggal semuanya adalah warga ekspatriat (non-Saudi) yang berusia antara 30 dan 60 tahun dengan sebagian besar yang meninggal tersebut memiliki penyakit kronis sebelumnya. Dan mereka yang meninggal tercatat dari Jeddah, Makkah, Madinah.

Juru bicara itu mengumumkan, bahwa 570.000 tes reaksi berantai polimerase telah dilakukan sejauh ini untuk mengkonfirmasi kasus COVID-19.

Al-Abd Al-Aly mengatakan, bahwa orang harus mengikuti instruksi pemerintah untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19. 

"Cara keselamatan ada di tangan kita, kita semua bertanggung jawab dan kita semua dapat tetap aman dengan mengikuti instruksi dan mematuhi protokol yang ditetapkan oleh otoritas terkait," katanya dalam konferensi pers.

Juru bicara itu memperingatkan penduduk untuk tidak mengikuti desas-desus atau menyebarkan klaim palsu, mendesak orang-orang untuk hanya mengandalkan sumber berita tepercaya untuk kemajuan terbaru dalam perang melawan COVID-19 di Arab Saudi.

Jaksa Penuntut Umum Saudi, mengumumkan dua minggu lalu bahwa tindakan hukum akan diambil terhadap orang-orang yang menyebarkan informasi palsu dan hoax. [mt/AN]


Komentar Pembaca