DPRD Pacitan Menilai Penambangan PT GLI Sembrono

Daerah  SABTU, 09 MEI 2020 | 23:10 WIB

DPRD Pacitan Menilai Penambangan PT GLI Sembrono

Kepala Teknik Lapangan PT GLI (berbaju biru), saat berdebat dengan anggota Komisi IV DPRD Pacitan

MoeslimChoice | Komisi IV DPRD Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menemukan segudang masalah di tubuh perusahaan penambangan galian A, PT Gemilang Limpah Internusa (GLI), yang bersumber dari kesembronoan.

Persoalannya itu ternyata tak berhenti sampai di limbahnya yang mencemari lingkungan Dusun Kwangen, Desa Cokrokembang, Pacitan. Tapi juga dalam hal rekrutmen tenaga kerja lokalnya, yang cenderung asal-asalan.

Dalam pandangan Komisi IV, hal itu menjadi salah satu penyebab terjadinya musibah maut yang membuat seorang pekerja tambang PT GLI, Dwi Wahyu Cahyono (28), warga Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan, Pacitan, harus kehilangan nyawa saat melakukan penambangan, Jumat (8/5/2020).

Salah seorang anggota Komisi IV DPRD Pacitan, Hariawan, menyampaikan langsung penilaiannya itu terhadap Kepala Teknik Lapangan PT GLI, bahwa perekrutan tenaga kerja di perusahaan tersebut sarat masalah.

Tak adanya fasilitas BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja PT GLI pun, menurut Hariawan, kian menguatkan indikasi kesembronoan perusahaan tersebut dalam hal pengadaan dan pengelolaan sumber daya manusianya.

“Seharusnya kan dalam merekrut tenaga kerja itu tidak asal saja. Perlu seleksi yang matang. Bila sudah masuk dalam kategori yang dicari sesuai keahliannya, maka diterima menjadi tenaga kerja, dengan syarat ya harus ada BPJS bagi mereka. Lha ini tidak, kok,” kata Hariawan kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Sabtu (9/5/2020).

Legislator yang akrab disapa Wawan ini pun mempersoalkan, apakah dalam kegiatan penambangannya itu PT GLI memang diizinkan untuk menggunakan peralatan dan bahan peledak.

“Tolonglah, jangan asal-asalan saja. Kalau memang membutuhkan tenaga kerja lokal, ya harus dilakukan tes dengan baik. Dilengkapi dulu prosedurnya. Kabarnya, penambangan di sini juga memakai bahan peledak. Bencana ini kan akibat dari tindakan sembrono, dan itu lho yang harus dipertanggungjawabkan perusahaan kepada masyarakat Dusun Kwangen. Itu juga perlu dipikirkan,” tegasnya.

Ia menilai, perusahaan ini memang cenderung sangat sembrono. Akibatnya, banyak masalah lama yang belum diselesaikan, sudah muncul masalah baru lagi.

Lha ini hanya asal nambang saja, kok. Contohnya saja, orang yang kerja di sini juga tidak lengkap peralatan pelindung dirinya. Permasalahan yang satu belum selesai, seperti soal limbahnya, lha ini sudah tambah lagi. Terlebih ini berkaitan dengan hilangnya nyawa,” tambah Hariawan.

Ia berharap, PT GLI bisa memberikan pelayanan yang maksimal dalam hal santunan dan kompensasi terhadap para korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, dan harus sesuai dengan UU yang berlaku.

“Ini harus. Pokoknya, tidak cukup biaya pemakaman, biaya tahlilan, biaya tujuh harian, dan lain-lain. Pihak perusahaan haruslah memberikan santunan sesuai dengan UU, karena ini soal nyawa. Kalau tidak, maka saya akan membawa masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Wawan. [yhr]


Komentar Pembaca
Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Jumat, 03 Juli 2020 | 14:30

Inilah Kunci Ketenangan Hati Menurut Al Quran
New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020 | 02:30