Pasca-Musibah, DPRD Pacitan Desak PT GLI Stop Dulu Penambangan

Daerah  SABTU, 09 MEI 2020 | 20:15 WIB

Pasca-Musibah, DPRD Pacitan Desak PT GLI Stop Dulu Penambangan

Pujo Setia Hadi (berpeci), Ketua Komisi IV DPRD Pacitan, saat memberi petunjuk kepada perwakilan PT GLI

MoeslimChoice | Pasca-musibah di terowongan galian milik PT Gemilang Limpah Internusa (GLI) di Desa Kluwih, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (8/5/2020), yang menghilangkan nyawa seorang pekerja harian lepas, rombongan Komisi IV DPRD Pacitan sontak menggeruduk lokasi tambang galian A tersebut.

Para legislator itu bermaksud mencari dan menggali kejelasan dari perusahaan pemilik lokasi penambangan tersebut, PT GLI.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pacitan, Pujo Setia Hadi, mempertanyakan beberapa poin, yang idealnya harus dilakukan oleh penanggung jawab teknis lapangan PT GLI.

“Ya, karena ini bagian kami, maka sudah sewajarnya bila kami datang ke sini untuk mencari kejelasan,” kata Pujo kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Sabtu (9/5/2020).

Menurutnya, bila ada masalah, perusahaan tidak akan cukup menyelesaikannya sendirian, dan tetap membutuhkan keikutsertaan pemerintah daerah juga.

“Sebenarnya, bila ada apa-apa, penyelenggara kegiatan ini tidak cukup sendirian kok. Dari sisi keluarga yang kehilangan, misalnya. Bagaimana peran perusahaan terhadap keluarga korban? Mari kita saling membantu. Pak RT, Kepala Desa, Kepala Dusun, dalam hal ini harus melaporkan,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Syeh Pujo ini pun berharap agar kejadian mengenaskan semacam ini harus ditangani secara lebih hati-hati lagi, terutama dalam konteks pemenuhan hak-hak keluarga korban.

“Tentunya harus lebih hati-hati lagi. Bagaimana hak-haknya itu harus dipenuhi dulu. Jadi, meskipun ini nantinya saya rasa akan ada penyelidikan dari pihak berwenang, kita akan menyampaikan kepada pemerintah daerah bahwa peristiwa ini merupakan keprihatinan bersama,” katanya.

Pujo juga mengingatkan agar perusahaan, PT GLI, secepatnya menyelesaikan permasalahan yang menyelimuti keluarga korban, sekaligus mencari jalan keluar yang terbaik. Karena, lanjutnya, masalah ini juga harus diselesaikan dengan mempertimbangkan adat yang ada di wilayah Pacitan.

“Ya, bagaimana perlindungannya terhadap pekerja? Bagaimana pula dengan UU Ketenagakerjaan? Saya sangat berharap, PT GLI secepatnya menyelesaikan persoalan-persoalan itu,” kata Pujo.

Terkait penggunaan bahan peledak di wilayah penambangan tersebut, Pujo juga menyorotinya secara tajam. Karena, menurutnya, harus diselidiki dulu, apakah cara-cara seperti itu memang dibenarkan oleh SOP-nya atau tidak.

“Saya juga kan mendengar kabar, katanya memakai peralatan dan bahan peledak. Menurut regulasinya, tambang seperti ini boleh atau tidak memakai alat peledak. Kalau toh sampai melahirkan kefatalan seperti ini, seharusnya penambangan ini diberhentikan dulu. Walau kami ini sebenarnya tidak punya hak untuk menghentikan, tetapi ini Pacitan… ini Tulakan… marilah menghormati dan memakai adat yang ada di sini,” pungkasnya. [yhr]


Komentar Pembaca