Rekomendasi KPAI tentang Belajar Jarak Jauh | Terkait dengan Anggaran

Pendidikan  KAMIS, 30 APRIL 2020 | 06:05 WIB | Warni Arwindi

Rekomendasi KPAI tentang Belajar Jarak Jauh | Terkait dengan Anggaran

MoeslimChoice | Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengajukan sembilan rekomendasi mengenai pembelajaran jarak jauh dan ujian akhir sekolah tahun ajaran 2019 – 2020 yang bersamaan dengan wabah penyakit virus corona (Covid-19). Rekomendasi ini merupakan hasil rapat koordinasi nasional (Rakornas) menanggapi 247 pengaduan dan pengumpulan data dari 1.700 responden tentang pembelajaran jarak jauh.

Ketua KPAI Susanto mengatakan rekomendasi tersebut diperoleh dengan memperhatikan sejumlah aduan yang datang dari guru maupun peserta ajar. Kemenag dan Kemendikbud direkomendasikan menyusun dan menetapkan kurikulum dalam situasi darurat.

“Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama memastikan bahwa selama pemberlakuan Pembelajaran Jarak jauh saat ini, honorarium di sekolah dan madrasah bagi para guru honorer diprioritaskan untuk dibayarkan secara penuh. Melalui dana BOS,” kata Susanto membacakan poin rekomendasi saat konferensi video dengan media, Rabu, 29/4/20.

Pernyataan Susanto tentang Bantuan Operasional Sekolah (BOS) itu juga menjadi pembahasan Rakornas yang dihadiri para pemangku kepentingan pendidikan. Rapat itu diikuti antara lain oleh sejumlah Kepala Dinas Pendidikan, Kakanwil Agama tingkat provinsi dan unsur Kemenag dan Kemendikbud di tingkat pusat.

Selain itu, pemerintah daerah diminta memberikan bantuan kepada guru honorer yang terdampak Covid-19 serta memastikan honorarium dan dukungan kuota internet dalam proses belajar jarak jauh. Kemudian Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama memastikan proses ajar memperhatikan keragaman siswa dengan berbagai kondisi.

Susanto juga menyebutkan, perlu  penyederhanaan proses administrasi perubahan penggunaan dana BOS. Pemda juga perlu mencari terobosan sesuai kebutuhan dan masalah faktual di daerah dalam penerapan belajar jarak jauh.

Sedangkan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan pemerintah seharusnya memahami bahwa pemberlakukan belajar jarak jauh akan selalu berbeda antara peserta didik. Pasalnya sejumlah wilayah masih belum terjamah internet sehingga sulit menerapkan belajar jarak jauh.

“Wilayah 3 T [tertinggal, terdepan dan terluar] menjadi perhatian, semua pihak yang ikut rapat menjadikan daerah 3 T yang diprioritaskan kalau ada bantuan,” ungkap Komisioner KPAI mantan Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta yang pernah dipecat Ahok ini.

Berikut 9 rekomendasi pendidikan saat Rakornas Kementerian Lembaga serta Instansi Pendidikan bersama KPAI:

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Agama Republik Indonesia menyusun dan menetapkan kurikulum dalam situasi darurat.
  2. Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama memastikan bahwa penilaian hasil belajar untuk kenaikan kelas tahun ajaran 2019-2020 memperhatikan keragaman siswa dengan berbagai kondisinya.
  3. Pemerintah daerah memberikan bantuan kepada guru-guru honorer yang terdampak Covid-19 di sekolah dan madrasah, baik negeri maupun swasta, berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama termasuk memastikan honorarium dan dukungan kuota internet dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh.
  4. Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama memastikan bahwa selama pemberlakuan Pembelajaran Jarak jauh saat ini, honorarium di sekolah dan madrasah bagi para guru honorer diprioritaskan untuk dibayarkan secara penuh melalui dana BOS.
  5. Menyederhanakan proses administrasi perubahan penggunaaan dana BOS yang harus mendapatkan persetujuan Dinas Pendidikan, sebagaimana arahan Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI.
  6. Pemerintah Daerah perlu melakukan terobosan sesuai kebutuhan dan masalah faktual di daerahnya agar Pembelajaran Jarak jauh di sekolah dan madrasah tetap berjalan dengan lancar dan ramah anak.
  7. Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama hendaknya melakukan penguatan literasi digital kepada guru, orang tua dan siswa agar terhindar dari dampak negatif penggunaan internet.
  8. Setiap Satuan pendidikan penting membangun komunikasi intensif antara orang tua dan guru agar PJJ berjalan efektif dan nyaman untuk semua anak serta memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak.
  9. Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama memberikan perhatian khusus pada proses pembelajaran Jarak Jauh bagi anak disabilitas dan berkebutuhan khusus sesuai dengan keragaman dan kondisi anak.

Apa di balik semua ini? Terlihat banyak hal terkait kekhawatiran berkurangnya anggaran di bidang pendidikan, baik di Kemendikbud maupun di Kemenag.


Komentar Pembaca
Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Jumat, 03 Juli 2020 | 14:30

Inilah Kunci Ketenangan Hati Menurut Al Quran
New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020 | 02:30