Protes Bupati Boltim Perlihatkan Betapa Buruknya Manajemen Pemerintah Pusat

Daerah  SELASA, 28 APRIL 2020 | 15:11 WIB

Protes Bupati Boltim Perlihatkan Betapa Buruknya Manajemen Pemerintah Pusat

Screenshot vidoe Bupati Boltim yang memprotes kebijakan pembagian BLT/mch

Moeslimchoice | Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar mengungkapkan unek-uneknya atas rumitnya aturan para menteri Presiden Joko Widodo terkait mekanisme bantuan langsung tunai (BLT), yang vidoenya viral di media sosial. Aksi tersebut menunjukkan betapa buruknya manajemen pemerintah pusat.

Ubedilah Badrun, mengatakan, apa yang disampaikan oleh Bupati Boltim itu merupakan ekspresi internal atau kritik di jajaran eksekutif lapis elit lokal atau bupati. Kritik yang tidak kunjung menemukan solusi tersebut membuat bupati mengekspresikannya di area publik.

Ekspresi atau kritik tersebut dilatarbelakangi karena menurut Bupati Boltim tersebut para menterinya Jokowi memiliki aturan yang saling berbenturan sehingga membuat bingung untuk memberikan bantuan kepada masyarakat.

"Tentu protes Bupati tersebut wajar secara psikologi politik karena dia berada pada posisi underpreseure. Dia ditekan oleh harapan warganya, di saat yang sama dia juga ditekan oleh aturan pusat yang menurutnya penuh ketidakpastian dan ketidakjelasan," ucap Ubedilah Badrun kepada redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (28/4/20).

Adanya teriakan tersebut dilanjutkan Ubedilah, menunjukkan bahwa manajemen pemerintah pusat sangat buruk menghadapi persoalan dalam keadaan darurat.

"Fenomena tersebut juga menunjukan betapa buruknya manajemen pemerintah pusat yang kurang sigap membuat juklak yang detail dan mudah dieksekusi oleh Bupati," pungkas Ubedilah Badrun. [fah]


Komentar Pembaca