Andi Akmal: Soal Pangan, Kementan Perlu Pikirkan Juga Distribusinya

Ekonomi  SELASA, 28 APRIL 2020 | 08:05 WIB | RMOL

Andi Akmal: Soal Pangan, Kementan Perlu Pikirkan Juga Distribusinya

Kementerian Pertanian diminta tak hanya menjamin stok pangan aman hingga hari raya Idul Fitri. Harus dipikirkan pula pola distribusi yang baik sehingga tidak menimbulkan ketidakseimbangan stok antara daerah kota besar dan perdesaan, antara pulau Jawa dan nonpulau Jawa.

Demikian disampaikan anggota DPR RI Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin dalam merespons perhitungan jaminan stok beras berdasarkan skenario optimis, moderat, dan pesimistis yang disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

"Saya apresiasi Bapak Mentan yang telah menjamin 11 komoditas pangan nasional selama wabah Covid-19. Namun perlu menjadi perhatian pemerintah, saat ini peternak ayam banyak menghadapi kebangkrutan, harga gula dan bawang putih menjadi polemik," ucap Akmal dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin, 27/4/20.

Politisi PKS ini menjelaskan, gula pasir, daging sapi dan bawang putih saat ini menjadi komoditas yang terus bermasalah pada persoalan harga. Sedangkan komoditas pokok seperti beras, jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, telur ayam, dan minyak goreng memiliki kestabilan.

Namun, jelasnya, ancaman distribusi ke daerah-daerah akan selalu menjadi persoalan tersendiri. Oleh karenanya, ia meminta Kementan bekerja sama dengan Bulog untuk memastikan distribusi logistik aman.

"Saat ini jasa logistik memiliki keterlambatan yang signifikan. Berbagai jasa pengiriman barang menunjukkan telah menghilangkan jaminan ketersampaian jasa sehari sampai. Ini merupakan tanda logistik di lapangan ada persoalan terkait distribusi ini," tegasnya.

Bahkan, lanjut Akmal, tersendatnya arus logistik ini pun telah disinggung oleh Kementerian Keuangan.

"Saya berharap distribusi komoditas pangan ini menjadi lebih baik ke daerah-daerah seluruh Indonesia. Saat ini kendaraan pengangkut barang tidak lagi bersaing dengan kendaraan pengangkut orang. Jadi bila pola distribusi ini masih buruk, akan menjadi preseden yang sangat buruk pada pengelolaan negara ini," kritik Akmal.


Komentar Pembaca