Ada Corona, Quraish Shihab Sebut Shalat di Masjid Mendekati Haram

INSPIRASI ISLAM  SABTU, 25 APRIL 2020 | 15:05 WIB | Sunarya Sultan

Ada Corona, Quraish Shihab Sebut Shalat di Masjid Mendekati Haram

Foto/net

Moeslimchoice | Setiap muslim, diimbau cendekiawan muslim Quraish Shihab, melaksanakan shalat Tarawih di rumah selama pandemi Corona (COVID-19). Aksi seorang muslim yang tetap memaksakan shalat berjemaah di masjid di tengah pandemi Corona, kata dia, bisa mendekati haram.

"Bahkan, boleh jadi pergi kita berkata pergi shalat berjemaah di masjid untuk shalat Tarawih atau shalat apa pun itu bisa mendekati haram. Kalau tidak haram, paling sedikit dia makruh, paling sedikit itu," jelas Quraish Shihab saat siaran langsung BNPB, Jumat (24/4/2020).

Lebih lanju Quraish menyampaikan, sejumlah ulama di Indonesia telah melarang menjalankan ibadah Ramadhan di masjid. Alasannya, beribadah di masjid di tengah pandemi Corona ini lebih banyak mendatangkan mudarat.

"Bahkan banyak ulama yang mengatakan itu (ke masjid) terlarang karena mengakibatkan mudarat (tidak menguntungkan) bagi yang datang bagi yang tersentuh, terjangkit, penyakit itu," pungkasnya.

Quraish juga menerangkan bahwa agama Islam mewajibkan setiap umatnya menjaga kesehatan. Untuk itu dia menghimbau masyarakat tidak ke masjid.

"Dalam konteks ini, agama menetapkan memelihara kesehatan itu satu kewajiban bagi setiap individu. Jadi jangan ke masjid," pintanya.

Kemudian Quraish memaparkan alternatif ibadah lainnya yang bisa dilakukan masyarakat di tengah pandemi Corona ini. Dia pun mencontohkan sikap Nabi Muhammad SAW selama menjalani shalat Tarawih di bulan Ramadhan.

Nabi Muhammad, ujar Quraish, hanya pergi shalat Tarawih di masjid pada 3 hari pertama Ramadhan. Sisanya, yakni selama 27 hari, Nabi Muhammad beribadah di rumah. Untuk itu, Quraish mengimbau masyarakat tidak mempermasalahkan kebijakan ibadah di rumah.

"Nabi hanya melakukannya tiga kali, tiga malam berturut-turut. Kemudian setelah itu, beliau melaksanakannya di rumah. Jika demikian, kalau kita tidak ke masjid, itu tidak jadi masalah. Bahkan kita bisa berkata, kalau kita shalat di rumah, justru meneladani Rasul SAW yang shalat di rumah," terangnya.

"Walaupun itu bukan berarti menjadi lebih baik daripada yang dilakukan Sayidina Umar yang menganjurkan di masjid. Tapi paling tidak, kita punya landasan bahwa melaksanakannya di rumah itu adalah contoh yang diberikan Rasulullah dalam 27 malam, dan 3 malam pertama saja beliau melaksanakannya di masjid," dia menjelaskan. [nry]


Komentar Pembaca