Menyusul Belva, Andi Taufan Juga Mundur dari Jabatan Stafsus Presiden

Nasional  JUMAT, 24 APRIL 2020 | 11:53 WIB | Warni Arwindi

Menyusul Belva, Andi Taufan Juga Mundur dari Jabatan Stafsus Presiden

MoeslimChoice | CEO PT Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Surat pengunduran diri itu dilayangkan pada 17 April 2020 dan sudah disetujui. Kabar itu mulai beredar Jumat pagi, 24/4/20.

Dalam surat itu Taufan mengemukakan alasan pengunduran dirinya adalah semata-mata dilandasi keinginan untuk mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama yang menjalankan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Ia juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberi kepercayaan dan pelajaran selama menjadi staf khusus.

"Saya menyaksikan sendiri bagaimana beliau adalah sosok pemimpin teladan yang bekerja keras dengan tulus dan penuh dedikasi demi kebaikan seluruh masyarakat dan masa depan Indonesia," ujar Taufan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas apa yang sudah dikerjakannya. "Begitu banyak pelajaran berharga yang saya petik. Saya pun tidak luput dari kekurangan. Untuk itu, saya sekali lagi mohon maaf dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik," ujarnya.

Andi Taufan jadi polemik terkait suratnya yang ditujukan untuk camat seluruh Indonesia. Andi mengirim surat untuk camat agar mendukung relawan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) dalam penanggulangan Covid-19. PT Amartha merupakan perusahaan Andi. Surat tersebut ber-kop Sekretariat Kabinet. Belakangan Andi Taufan meminta maaf dan menyatakan mencabut surat tersebut.

Sebelumnya Staf Khusus Presiden Adamas Belva Syah Devara juga mengundurkan diri dari jabatannya. CEO Ruangguru ini menggunggah surat pengunduran dirinya di akun Instagram pribadinya, pada Selasa, 21/4/20. Belva mengatakan, surat pengunduran dirinya disampaikan kepada Presiden Jokowi pada 15 April 2020 lalu.

Pengajuan pengunduran dirinya tersebut juga telah disampaikan langsung kepada Jokowi pada 17 April 2020. Menurut Belva, keputusannya tersebut diambil karena tak ingin polemik berkepanjangan atas penunjukkan Ruangguru sebagai mitra Kartu Prakerja.

Sebab, hal itu dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Jokowi dan jajaran pemerintah dalam menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19. "Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran diri saya," kata Belva.


Komentar Pembaca
Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Jumat, 03 Juli 2020 | 14:30

Inilah Kunci Ketenangan Hati Menurut Al Quran
New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020 | 02:30