Di Depan Menlu Pompeo, Retno Marsudi Minta Aksesibilitas Vaksin Covid-19

Internasional  KAMIS, 23 APRIL 2020 | 17:30 WIB | RMOL

Di Depan Menlu Pompeo, Retno Marsudi Minta Aksesibilitas Vaksin Covid-19

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Net

MoeslimChoice | Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kembali menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk menangani pandemik virus corona baru (Covid-19), salah satunya antara ASEAN dan Amerika Serikat.

Pernyataan itu Retno sampaikan dalam pertemuan virtual para Menlu ASEAN dengan Menlu AS, Mike Pompeo yang berlangsung pada Kamis, 23/4/20, mulai pukul 08.00 WIB.

"Pertama kita menekankan pentingnya agar kemitraan strategis ASEAN dan AS betul-betul berdungsi dan bermanfaat terutama di masa sulit ini," ujar Retno dalam konferensi pers usai mengikuti pertemuan tersebut.

"Walapun masing-masing negara saat ini menghadapi tantangan yang berat di dalam negeri masing-masing, namun apabila kita bersatu dan saling membantu mengangkat beban tersebut, tentunya akan menjadi ringan," paparnya.

Selain itu, Retno juga mengungkapkan, Indonesia juga mengajak untuk mengesampingkan perbedaan. Alih-alih fokus pada penanganan pandemik Covid-19 dan dampaknya terhadap sosial ekonomi.

Lebih lanjut, Retno juga mengajukan beberapa kerangka kerja sama jangka pendek dan jangka panjang terkait dengan penanganan pandemik dan dampaknya.

"Jangka pendek, Indonesia menekankan pentingnya kerja sama pengembangan vaksin. Dan apabila sudah ada, Indonesia secara konsisten menekankan aksesibilitas bagi negara berkembang dan LDC (Least Developed Countries) dengan harga terjangkau," ujar Retno.

Sementara untuk kerja sama jangka panjang, Indonesia menekankan pentingnya kerja sama menciptakan ketahanan kesehatan. Di mana Indonesia mengusulkan kontrol penyakit secara meluas di kawasan di bawah program IGNITE (Inclusive Grouwth in ASEAN though Innovation atau Pertumbuhan Inklusif ASEAN melalui inovasi, perdagangan, dan e-commerce dan PROSPECT (Partnership for Regional Optimization within the Political-Security and Socio-Cultural Communities) atau Kemitraan untuk Optimalkan Kawasan dalam Komunitas Politik-Keamanan dan Sosial Budaya. (wrn)


Komentar Pembaca