Tak Tahu Data ODP, Komisi II DPRD Pacitan Tegur Camat

Daerah  SENIN, 13 APRIL 2020 | 14:35 WIB

Tak Tahu Data ODP, Komisi II DPRD Pacitan Tegur Camat

Rudi Handoko (berbaju batik) saat melakukan sidak di Kantor Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur

MoeslimChoice | Inspeksi Mendadak (Sidak) Komisi II DPRD Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ke Kecamatan Donorojo terkait pengamanan dan penanganan Covid-19 memunculkan hasil kurang bagus, sekaligus mengejutkan.

Rudi Handoko, anggota Komisi II yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Pacitan, mengisahkan hasil dari sidak yang dilaksanakan pada Kamis (9/4/2020) itu.

Menurutnya, di wilayah Kecamatan Donorojo itu ada 65 orang berstatus ODP (Orang Dalam Pengawasan), terdiri dari 50 laki-laki dan 15 wanita. Namun, sayangnya, pihak Kantor Kecamatan Donorojo sendiri justru mengaku tidak tahu menahu tentang jumlah ODP tersebut.

“Hari Kamis itu, Komisi II melakukan kegiatan ke Kecamatan Donorojo. Sebelum melangkah ke Posko Covid-19 yang ada di perbatasan Jawa Timur – Jawa Tengah, kita berkoordinasi dulu dengan Camat Donorojo. Kami menanyakan terkait jumlah, sejauh mana penanganan Covid-19 di sana, juga bagaimana pola koordinasi RT/RT dan Desa dengan Kecamatan. Tapi, saat itu, semuanya belum terjawab secara detail, termasuk langkah dan upaya yang sudah dilakukan,” kata Rudi kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Senin (13/4/2020).

Ternyata, lanjut Rudi, Camat Donorojo sendiri tidak tahu apa yang terjadi di wilayahnya. Bahkan terhadap jumlah ODP-nya sendiri, yang sebetulnya cukup banyak, Camat mengaku tidak tahu.

“Pemegang otoritas wilayah di sana itu kan Camat. Jadi, logikanya, dia harus tahu, misalnya berapa jumlah ODP, di desa mana saja, RT/RW berapa saja. Apalagi, sekarang kan sudah ada anggaran Covid-19 untuk tingkat Desa dan Kecamatan. Jangan cuma mengimbau-imbau saja, tetapi juga harus ikut aktif mengawasi,” tegasnya.

Rudi pun mendesak agar pihak Kantor Kecamatan lebih cepat tanggap. Hal semacam itu, lanjutnya, harus sudah tertangani dan terpantau secara detail, sehingga pihak Komisi II DPRD bisa mengetahui langkah-langkah apa yang memang harus segera disiapkan oleh Gugus Tugas di tingkat Kecamatan.

“Permasalahannya, kalau kita hanya mendata, lalu data itu —setelah diserahkan oleh Gugus Tugas— ternyata tidak ada realisasi lanjutan terkait langkah-langkah penanganannya, ya percuma sajalah,” ujarnya, kesal.

Ia menambahkan, Komisi II pun akan melakukan sidak serupa ke sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Pacitan. Semua itu semata-mata demi melakukan pola penanganan yang lebih komprehensif dan intensif.

“Ya, Komisi II akan melakukan sidak lagi ke berbagai kecamatan, dan akan melakukan hal yang sama, terkait kesiapan, data, dan pola penanganannya,” pungkas Rudi. [yhr]


Komentar Pembaca