Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda Meletus Jumat Malam

Daerah  SABTU, 11 APRIL 2020 | 02:05 WIB | Warni Arwindi

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda Meletus Jumat Malam

Foto: Magma Kementerian ESDM

MoeslimChoice | Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, jalur laut antara Merak, Banten dan Bakauheni, Lampung, terekam mengalami erupsi (letusan) pada Jumat malam, 10/4/20. Belum jelas, apakah letusan itu mengganggu perjalanan laut di jalur itu mengingat penyeberangan Merak-Bakauheni berlangsung 24 jam nonstop.

Sejauh ini petugas observasi Gunung Anak Krakatau meminta masyarakat menghindari wilayah dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau. "Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius dua km dari kawah," ungkap Fahrul Roji, salah satu admin magma.vis.esdm.go.id.

Sedangkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terus memantau letusan yang mulai terdeteksi pada pukul 22.35 WIB itu. Peningkatan aktivitas di gunung yang terletak di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatera ini terekam oleh stasiun observasi di Gunung Anak Krakatau.

Menurut informasi yang disajikan magma.vis.esdm.go.id estimasi kepulan asap mencapai ketinggian 657 m di atas permukaan laut. Sedangkan berdasarkan rekaman CCTV abu vulkanis menyebar ke timur, abu vulkanis hitam dan abu-abu setebal 500 m membumbung dari dasar kawah.

Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal 40 mm dan aktivitas seismik ditandai erupsi yang berkelanjutan. Hingga dua jam pemantauan, erupsi masih berlangsung namun tinggi semburan abu sudah mulai berkurang.




Komentar Pembaca