Lagi, Dokter Muslim Inggris Meninggal Karena COVID-19 Setelah Minta Boris Johnson Penuhi Alat Pelindung

Internasional  JUMAT, 10 APRIL 2020 | 06:20 WIB

Lagi, Dokter Muslim Inggris Meninggal Karena COVID-19 Setelah Minta Boris Johnson Penuhi Alat Pelindung

foto/net

Moeslimchoice. Seorang dokter Muslim Inggris yang memperingatkan pemerintah Inggris, bahwa petugas kesehatan sangat membutuhkan lebih banyak peralatan pelindung telah meninggal dunia karena terjangkit COVID-19.

Dr. Abdul Mabud Chowdhury (53) adalah seorang konsultan urologis di Rumah Sakit Homerton di London Timur, telah dirawat di rumah sakit selama 15 hari sebelum akhirnya meninggal, Sky News melaporkan.

Asosiasi Dokter Muslim Inggris pun memberikan penghormatan kepada Dr Chowdhury. yang menikah dengan dua anak.
"Kami sangat sedih dengan kematian Dr Abdul Mabud Chowdhury, Konsultan Ahli Urologi di Rumah Sakit Homerton, setelah berjuang untuk hidupnya dari Covid-19," kata asosiasi itu di halaman Facebook-nya.

"Dia meninggalkan istri dan dua anak. Pikiran dan doa kita bersama mereka," tambahnya.

Dalam pesannya kepada Perdana Menteri Boris Johnson pada 18 Maret, Dr Chowdhury meminta lebih banyak peralatan untuk melindungi para petugas kesehatan yang bekerja di garis depan dalam menghadapi virus corona.

"Ingat kita mungkin adalah dokter/perawat/HCA/petugas kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien, tetapi kita juga manusia untuk mempraktikkan hak asasi manusia seperti orang lain, untuk hidup dalam penyakit dunia ini bebas dari keluarga dan anak-anak kita," tulis dr Chwdhury.

"Orang-orang menghargai kami dan memberi hormat kepada kami atas pekerjaan kami yang sangat menginspirasi tetapi saya ingin mengatakan, kami harus melindungi diri sendiri dan keluarga / anak-anak kami dalam bencana / krisis global ini dengan menggunakan APD dan solusi yang tepat," tambahnya.

"Saya berharap, kita berhak mendapatkan dukungan minimal ini untuk praktik medis kita yang aman. Kalau tidak, di masa depan anak-anak kita akan kehilangan minat untuk mengambil jurusan kedokteran," katanya.

Dr. Chowdhury adalah pekerja NHS (Layanan Kesehatan Nasional) yang meninggal setelah terinfeksi coronavirus. Kebanyakan dokter atau petugas medis yang meninggal adalah seorang Muslim, atau dari latar belakang Arab atau Asia Selatan (Pakistan, India).

Mereka di antaranya adalah Adel El-Tayar, spesialis transplantasi organ terkenal, yang menjadi ahli bedah NHS pertama yang meninggal karena virus corona, lalu Amged El-Hawrani, spesialis telinga, hidung dan tenggorokan. Keduanya lahir di Sudan. [mel/AN] 


Komentar Pembaca
Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05

Bubarkan Fpi

Bubarkan Fpi

Ahad, 03 Mei 2020 | 19:55