Pekan ke-4 Sejak Social Distancing, Gelombang PHK Terus Bermunculan

Ekonomi  KAMIS, 09 APRIL 2020 | 22:12 WIB | Sugiharta Yunanto

Pekan ke-4 Sejak Social Distancing, Gelombang PHK Terus Bermunculan

Foto Ilustrasi/net

Moeslimchoice | Pada pekan ke-4 sejak pandemi Covid-19 mewabah, gelombang PHK terus bermunculan. Karyawan di PHK dan dirumahkan akibat 2 hal, pertama demand menurun drastis, yang kedua kebijakan Social Distancing akibat mewabahnya Covid-19.

Di Jakarta, Sebanyak 16.065 pekerja di PHK dan 72.770 pekerja dirumahkan (Data Disnakertrans DKI Jakarta). Sedangkan di Jawa Timur ada 814 karyawan (1,48%) di PHK akibat pandemi Covid-19 (data Gugus Sosial Ekonomi Percepatan Penanganan CovidD-19 Jawa Timur).

“Di Jawa Tengah, 40 pabrik Industri dan perusahaan stop produksi (data APINDO Jawa Tengah),” kata Anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4/20).

Industri manufaktur adalah yang pertama kali terpukul akibat wabah ini. Pabrik garmen, tekstil, otomotif, elektronik mengencangkan ikat pinggang.

Seharusnya menjelang Ramadhan, lanjut Amin, industri manufaktur menggenjot produksi, tapi kini justru buruh libur bergantian, tidak ada lembur, sebagian dirumahkan dan di PHK.

“Padahal Industri manufaktur adalah penyumbang terbesar PDB tahun 2019, sebesar 19,62 %. Menurunnya performa Industri manufaktur akan berdampak signifikan terhadap menurunnya Pertumbuhan Ekonomi, dan akibatnya menurunkan Lapangan Kerja,”  ungkap anggota dewan dari Fraksi PKS ini.

Kondisi Industri seperti ini diperkirakan akan terjadi dalam waktu yang lama sepanjang tahun 2020. Pasalnya, tidak ada satu pihak pun yang dapat memprediksi kapan wabah ini akan berakhir.

Semestinya, perusahaan/industri atau bisnis apapun harus memiliki agility (kelenturan) produk dan berbagai varian barang produksi dan jasa. Misalnya mengubah line productionnya dari garmen pakaian / T-Shirt menjadi produksi APD dan masker. Dari Industri produksi mesin industri menjadi pengadaan alat ventilator.

Atau Industri kimia yang memproduksi Handsanitizer, Vitamin dan lain-lain. Industri Perhotelan yang menyediakan kamar untuk isolasi bagi ODP dan PDP.

“Sektor Industri bisa didorong untuk memproduksi kebutuhan tersebut, sehingga harga di masyarakat jauh lebih murah,” ujar Amin.

Pemerintah perlu memberikan insentif fiskal dan kemudahan perizinan serta anggaran untuk percepatan produksi alat dan kebutuhan tersebut.

“Instrumen fiskal diberikan tepat sasaran dan tepat jumlah (anggarannya). Pilihan instrumennya  adalah Pembebasan bea impor bahan baku bagi industri, insentif pajak dan subsidi harga khusus produksi UMKM,” pungkasnya. [fah]


Komentar Pembaca
Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05

Bubarkan Fpi

Bubarkan Fpi

Ahad, 03 Mei 2020 | 19:55