Seniman Tato dari Jepang Ini Ternyata Mualaf

Islamtainment  KAMIS, 09 APRIL 2020 | 07:40 WIB | Sunarya Sultan

Seniman Tato dari Jepang Ini Ternyata Mualaf

Foto/net

Moeslimchoice | Pernah jadi pembicaraan banyak orang, Sheikh Abdullah Taqy Takazawa atau Taku Takazawa (45) sebagai mantan Yakuza. Jika mendengar kata Yakuza, pastilah kita membayangkan gangster terkenal dari negeri Sakura.

Faktanya pemberitaan mengenai Taqy banyak yang tidak benar.

"Saya bukan yakuza dan tak pernah jadi yakuza. Dulu saat kecil memang saya anak berandalan, nakal seperti anak nakal lainnya," Taqy mengungkapkan.

Terkait hal tersebut, Taqy ingin meluruskan mengenai dirinya yang banyak diberitakan sebagai mantan anggota yakuza.

"Selama menjadi seniman tato atau mentato orang, hanya satu anggota yakuza yang saya tato. Itu pun belum selesai sudah kabur karena kesakitan, dia tak tahan," tuturnya.

Selain itu, Taqy tak tahu dari mana berita dan informasi yang muncul sehingga pemberitaan mengenai dirinya banyak yang tidak benar. Diakui Taqy, ketertarikannya kepada tato sudah dimulai sejak di bangku SMA.

"Saya hanya satu tahun di SMA, tidak lulus. Lalu sekitar tahun 1992 saya mulai menekuni sendiri cara mentato orang. Semua saya pelajari sendiri, tidak pernah belajar dari orang lain. Mungkin inilah karakter saya ya," terang dia.

Hingga kini pun jika ada yang minta ditato, Taqy akan tetap melayani.

Alhamdulillah, Taqy sudah memeluk agama Islam dan menjadi Imam Masjid Jepang.

Sekitar tahun 2006, dilansir dari Intisari, dia bertemu dengan seorang tua berpakaian serba putih, bersorban putih dan juga berjanggut putih di Shibuya Tokyo. Orang itu bernama Sheikh Niamatullah.

 "Dia orang Turki dan saat itu dia yang panggil saya, ke sini, ke sini katanya lalu memperlihatkan selembar kertas bertuliskan kalimat syahadat la ilaha illallah. Saya tak mengerti waktu itu," kata dia.

 "Saya orang Jepang biasa yang suka belajar segala macam agama. Tetapi dengan Islam saya kok jadi tertarik sekali setelah dia menjelaskan kepada saya. Akhirnya saya belajar sendiri mengenai Islam dari berbagai buku dan tanya-tanya ke masjid di Yoyogi Tokyo. Dijelaskan semua mengenai Islam di sana dan saya bersosialisasi kenalan sama banyak orang Islam di masjid tersebut," paparnya.

Akhirnya setahun kemudian Taqy menunaikan ibadah ke Mekah dan Madinah.

 "Di Mekkah Madinah saya juga tak pernah jadi imam besar. Berita menuliskan saya pernah jadi imam besar di Arab tidak benar. Saya salat bersama-sama orang Islam lain di sana dan hanya seminggu di sana sekaligus mempelajari Islam lebih mendalam lagi," pungkas dia. [nry]


Komentar Pembaca
Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05

Bubarkan Fpi

Bubarkan Fpi

Ahad, 03 Mei 2020 | 19:55