Giliran Pesantren yang Dibidik untuk Tes Masif Covid-19

Kesehatan  RABU, 08 APRIL 2020 | 09:05 WIB | RMOL Group

Giliran Pesantren yang Dibidik untuk Tes Masif Covid-19

Foto/net

Moeslimchoice | Tes masif akan kembali dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penanganan virus corona atau Covid-19. Kali ini, Pemprov membidik pesantren-pesantren yang ada di Jawa Barat.

“Di Jabar banyak pesantren. Mohon izin kepada ulama dan kiai, dalam minggu ini tes masif akan dilakukan juga di pesantren-pesantren. Semoga tidak ada kasus positif,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat rapat terbatas Koordinasi Lintas Provinsi Terkait Monitoring Pelaksanaan Penanganan Pandemi Covid-19 bersama Wakil Presiden Maruf Amin melalui video conference, Selasa (7/4/2020).

Selain pesantren, Pemprov juga akan melakukan tes Covid-19 di zona pendidikan lain, terutama yang berasrama. Menurutnya, berdasarkan hasil tes masif Covid-19 sebelumnya, zona pendidikan merupakan klaster baru penyebaran virus corona.

Emil menjelaskan, tes masif diupayakan sebanyak mungkin untuk mengetahui peta sebaran kasus positif, pelacakan riwayat kontak, dan pengobatan guna memutus penyebaran SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit Covid-19. Provinsi Jabar saat ini telah memiliki sekitar 100.000 alat tes cepat dan sudah didistribusikan sekitar 63.000 ke 27 kabupaten/kota.

Sejauh ini dari hasil tes cepat yang sudah masuk sebanyak 21.600, kasus terinfeksi Covid-19 ditemukan 826. Dari kasus positif tersebut akan ditindaklanjuti dengan tes diagnostik yang lebih akurat hasilnya, yakni melalui pemeriksaan menggunakan teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR).

Pemeriksaan ini dengan pengumpulan usap (swab) dari saluran pernafasan atas, yakni bagian hidung dan tenggorokan.

Emil menuturkan, klaster baru di zona pendidikan diketahui usai ditemukan kasus positif dari tes masif di Sekolah Pembentukan Perwira Kepolisian RI (Setukpa), Sukabumi. Ada 300 siswa Setukpa yang positif Covid-19, yang kemudian perlu dipastikan dengan metode PCR.

Kasus positif juga ditemukan di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (SECAPAAD), Kota Bandung, Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen) Kodiklat TNI AD, juga Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

“Di Jabar banyak Pusdik TNI/ Polri. Dari indikasi ini Bapak Wapres, perlu ada semacam evaluasi di masa pendemik ini, bagi lembaga pendidikan TNI/ Polri khususnya terkait siswa yang berkegiatan dan berkumpul,” ungkapnya.

Jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad mengatakan, upaya tes masif diadakan di pesantren karena terdiri banyak santri.

“Kita tahu, santri tinggal di kobong ramai-ramai. Kerawanannya, kalau ada satu saja yang terpapar akan berpotensi penularan. Tes ini juga sebagai deteksi dini, jika ditemukan kasus positif cepat ditangani,” kata Daud. [nry]


Komentar Pembaca