Sambut Ramadhan, Menteri Agama Imbau Tarawih dan Tadarus di Rumah

Nasional  SELASA, 07 APRIL 2020 | 15:45 WIB

Sambut Ramadhan, Menteri Agama Imbau Tarawih dan Tadarus di Rumah

foto/net

Moeslimchoice. Pandemi wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini tengah melanda dunia, termasuk Indonesia, diperkirakan akan menyebabkan umat Muslim akan menjalani ibadah puasa Ramadhan dalam suasana yang berbeda.

Untuk mencegah meluasnya penyebaran covid-19, Menteri Agama, Fachrul Razi mengimbau umat Muslim di Indonesia untuk melakukan shalat Tarawih dan Tadarus dilakukan di rumah selama bulan Ramadhan.  

Imbauan Menag ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020. 

"Shalat Tarawih cukup dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah," ujar Menag Fachrul di Jakarta, seperti dilansir dari Laman Kemenag, Senin (6/4). 

Menag menjelaskan, Surat Edaran ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan Syariat Islam, sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi pegawai serta masyarakat Muslim di Indonesia dari risiko Covid-19.

Sama halnya dengan shalat Tarawih, ibadah seperti tilawah dan tadarus Al-Qur’an juga diharapkan Menag dapat dilaksanakan di rumah masing-masing saja. 

"Tilawah atau tadarus Al-Qur’an dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Al-Qur’an," imbuhnya. 

Menag juga mengimbau, agar umat Muslim tidak melakukan tradisi 'Sahur on the road' atau 'ifthar jama’i' (buka puasa bersama) yang biasanya melibatkan banyak orang. 

"Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu 'sahur on the road' atau 'ifthar jama’i' (buka puasa bersama)," ujar Menag Fachrul. 

Imbauan ini juga berlaku untuk buka puasa bersama yang dilaksanakan oleh lembaga pemerintahan, lembaga swasta, Masjid maupun Mushala. 

"Buka puasa bersama, baik dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, Masjid maupun Mushala ditiadakan," tandas Menag. 

Menag pun menegaskan panduan tersebut berlaku selama masa darurat wabah covid-19 diberlakukan. 

"Semua panduan di atas dapat diabaikan bila pada saatnya telah diterbitkannya pernyataan resmi Pemerintah Pusat, untuk seluruh wilayah negeri, atau Pemerintah Daerah untuk daerahnya masing-masing, yang menyatakan keadaan telah aman dari Covid-19," pungkasnya. [mel]


Komentar Pembaca
Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05

Bubarkan Fpi

Bubarkan Fpi

Ahad, 03 Mei 2020 | 19:55