Setelah Makkah, Madinah dan Riyadh, Arab Saudi Isolasi 7 Wilayah di Jeddah

Kabar Tanah Suci  MINGGU, 05 APRIL 2020 | 20:45 WIB

Setelah Makkah, Madinah dan Riyadh, Arab Saudi Isolasi 7 Wilayah di Jeddah

foto/net

Moeslimchoice. Kementerian Dalam Negeri Saudi telah memberlakukan jam malam selama 24 jam di tujuh lingkungan di wilayah Gubernur Jeddah pada Sabtu (4/4) sebagai langkah tambahan untuk memerangi penyebaran virus corona.

Tujuh Lingkungan tersebut adalah Kilo 14 Selatan, Kilo 14 Utara, Al-Mahjar, Ghulail, Al-Qurayyat, Kilo 13, dan Petromin. Masuk dan keluar ke area ini dilarang. Penduduk di tujuh wilayah itu hanya boleh meninggalkan rumah untuk perawatan kesehatan dan kebutuhan makanan selama periode dari jam 6:00 pagi sampai jam 3:00 sore waktu Saudi.

Sementara itu, King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST) telah mengumumkan periode aplikasi terbuka untuk program hibah penelitian barunya untuk mendukung upaya ilmiah Arab Saudi selama krisis coronavirus.

Program jalur cepat untuk mendukung penelitian terhadap virus corona, bertujuan untuk memberikan dukungan kepada lembaga untuk mengembangkan mekanisme deteksi dan pemantauan secara akurat, cepat, dan ekonomis.

Abdul Aziz Al-Malik, direktur eksekutif untuk Lembaga Penelitian Sains dan Lingkungan Hidup di KACST, mengatakan pada konferensi pers pada Sabtu (4/4) bahwa hibah tersebut akan memberikan dukungan keuangan langsung kepada para ilmuwan di pusat-pusat penelitian dan universitas di seluruh negeri.

"Program ini akan fokus pada pengembangan tes diagnostik dan serologis untuk virus dan mendukung survei epidemiologi, sistem kecerdasan buatan dan pengawasan genetik aktif untuk virus baru," kata Al-Malik.

"KACST juga akan memungkinkan penerima hibah untuk menggunakan laboratoriumnya di seluruh negara kapan pun mereka membutuhkannya," katanya.

Al-Malik mengundang para peneliti yang tertarik pada pekerjaan terkait COVID-19 untuk mengirimkan proposal mereka di portal (https://covid19.kacst.edu.sa/grants/) antara 4 hingga 20 April 2020. Pemenang akan diumumkan sepuluh hari setelah batas waktu yang telah ditentukan.

Inisiatif ini diluncurkan dalam kemitraan dengan Kementerian Kesehatan, Dewan Kesehatan Saudi dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Saudi telah mengumumkan 140 kasus COVID-19 baru, dua di antaranya terkait dengan perjalanan, menjadikan jumlah total kasus yang dikonfirmasi menjadi 2.179 dengan 1.730 di antaranya masih merupakan kasus positif.

Sementara jumlah yang sembuh meningkat menjadi 420, sedangkan yang meninggal bertambah empat orang, tiga di antaranya adalah non-Saudi, sehingga total kematian menjadi 29 orang.

Selama konferensi harian departemen tersebut, juru bicara Kementerian Kesehatan, Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mengklarifikasi, bahwa mayat mereka yang meninggal karena COVID-19 dimandikan dan diselimuti menurut radisi Islam oleh praktisi kesehatan terlatih atau di bawah pengawasan kementerian untuk memastikan semua orang aman.

"Martabat mereka dijaga sejak mereka meninggal hingga pemakaman. Setelah menyelesaikan semua prosedur ini (mandi dan dikafankan) di bawah pengawasan kami, tubuh tidak lagi membawa infeksi," katanya.

Kementerian Kesehatan menyarankan orang-orang untuk mendapatkan informasi mereka dari sumber resmi dan telah mendedikasikan halaman web untuk pembaruan tentang jumlah penyakit di Arab Saudi (covid19.moh.gov.sa). [mel/ArabNews]


Komentar Pembaca
Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05

Bubarkan Fpi

Bubarkan Fpi

Ahad, 03 Mei 2020 | 19:55