Kronika Covid-19 di Indonesia:

Tak Ada Pendataan, Warga di Medan Kota Tidak Tahu Soal Bantuan Beras

Daerah  MINGGU, 05 APRIL 2020 | 12:25 WIB

Tak Ada Pendataan, Warga di Medan Kota Tidak Tahu Soal Bantuan Beras

Kondisi Gang Sahata, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Medan, Sumut

MoeslimChoice | Sejumlah warga di kawasan Kecamatan Medan Kota, Medan, Sumatera Utara, tepatnya Gang Sahata, Kelurahan Sudirejo II, mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya bantuan beras bagi masyarakat kurang mampu yang terdampak wabah virus Corona (Covid-19).

“Jangankan menerima, mengetahui saja tidak. Kepala Lingkungan (Kepling) di sini, setahu saya, tidak melakukan pendataan sebagaimana diinstruksikan oleh pihak Pemerintah Kota Medan,” kata Gudmen Marpaung, Ketua Bidang Investigasi dan Pengkajian Data Komite Nasional LSM Indonesia, yang kebetulan tinggal di daerah tersebut, kepada MoeslimChoice, Minggu (5/4/2020), di sela-sela kegiatan penyemprotan disinfektan berdasarkan swadaya masyarakat.

Padahal, lanjutnya, pihak Pemkot Medan sudah meminta laporan hasil pendataan tersebut dari masing-masing Camat, selambat-lambatnya hari Jumat (3/4/2020), pukul 12.00 WIB.

Dikabarkan, Kamis (2/4/2020), Pemkot Medan mengirim surat penting bersifat segera kepada para Camat untuk mendata masyarakat kurang mampu per kelurahan yang akan diberi bantuan beras.

Pada surat itu, ada lima kriteria yang ditetapkan sebagai calon penerima bantuan, yakni (1) keluarga kurang mampu tapi bukan keluarga penerima bantuan sembako ataupun PKH; (2) diprioritaskan keluarga kurang mampu yang ODP maupun PDP; (3) keluarga kurang mampu yang berada di sekitar ODP dan PDP; (4) kepala keluarga yang tidak memiliki penghasilan per bulan (gaji harian atau tidak menentu); serta (5) bukan pegawai atau honorer yang mendapatkan penghasilan dari pemerintah.

Disebutkan pula, daftar tersebut, yang dilengkapi dengan fotokopi Kartu Keluarga, selambat-lambatnya harus sudah diterima di Kantor Dinas Sosial Kota Medan pada Jumat (3/4/2020), pukul 12.00 WIB.

Namun, hingga saat ini, sejumlah warga di Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, mengaku belum merasa didata, baik oleh Kepling setempat maupun pihak Kelurahan atau Kecamatan. Sehingga, merasa merasa buta terkait siapa-siapa saja keluarga yang akan mendapat bantuan tersebut.

“Sebenarnya, sudah sejak lama saya meminta Kepling untuk mendata semua masyarakat yang tinggal di sini. Karena, di lingkungan ini sekarang menjamur rumah-rumah kos, sehingga identitas penghuninya banyak yang belum terdata secara jelas. Yang dikhawatirkan, lingkungan ini menjadi sarang hal-hal negatif. Para pengguna kendaraan pun tak lagi menghiraukan batas kecepatannya. Kalau pendataan itu sudah dilaksanakan, pasti bakal lebih mudah membuat laporan data warga pada situasi genting seperti saat ini,” kata Gudmen.

Ia mengingatkan agar Kepling, yang merupakan perpanjangan tangan dari Camat, betul-betul bisa berfungsi maksimal, mengenali setiap warga di lingkungannya.

“Semua itu semata-mata demi memaksimalkan kebijakan-kebijakan Pemkot Medan. Seperti soal bantuan ini, jelas harus betul-betul mencapai sasaran yang tepat, karena sangat rawan terhadap penyalahgunaan,” kata Gudmen lagi, yang juga mengaku sudah mencoba menyampaikan kondisi di lingkungannya itu kepada Kepala Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, Lasro Marbun. [yhr]


Komentar Pembaca