Layanan Konsumen Terganggu Akibat Wabah Covid-19, YLKI Buka Posko Pengaduan

Ekonomi  RABU, 01 APRIL 2020 | 20:10 WIB

Layanan Konsumen Terganggu Akibat Wabah Covid-19, YLKI Buka Posko Pengaduan

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi/net

Moeslimchoice | Wabah virus corona bukan hanya meluluhlantakkan sendi-sendi pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga sendi-sendi perekonomian, bahkan sampai di level mikro. Lebih dari itu, wabah virus corona juga merusak sendi-sendi pelayanan dasar bagi konsumen, dan atau pelayanan publik secara keseluruhan. 

 

Atas kondisi tersebut, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) membuka posko pengaduan terkait keluhan konsemun akibat dampak dari wabah virus corona.

 

“Selama wabah virus corona atau Covid-19 melanda Indonesia, berdasar monitoring dan pengaduan konsumen ke YLKI, ada beberapa hal komoditas barang dan pelayanan yang dikeluhkan konsumen, bahkan profesi kesehatan,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Rabu (1/4/20).

Ada pun beberapa permasalahan yang dikeluhkan konsumen tersebut, YLKI mencatat diantaranya adalah sulitnya masyarakat mendapatkan masker, hand sanitizer, bahkan produk multi vitamin, khususnya vitamin C.

“Selain barangnya langka, kalau pun ada harganya selangit. Bahkan banyak terjadi penipuan penjualan secara online,” ungkapnya.

Ada pula pengaduan terkait kelangkaan atau makin minimnya APD (Alat Pelindung Diri) bagi tenaga medis, baik dokter atau perawat, dan para medis lainnya. Pengaduan masalah alat-alat kesehatan  meliputi: ketersediaan barang, harga yang tidak wajar, produk substandar, dan bahkan dugaan persaingan usaha tidak sehat;

Selain itu, adanya pengaduan masyarakat yang sulit mengakses pelayanan rumah sakit, baik untuk pelayanan Covid-19 dan atau pelayanan reguler. Banyak calon pasien yang telantar di RS, karena pelayanan RS terfokus/terkuras untuk pelayanan pasien yang berhubungan dengan Covid-19.

Pengaduan lainnya adalah, sulitnya melakukan refund atau bahkan cancel tiket pesawat, dan atau hotel yang dipesan via Online Travel Agent (OTA).

“Saat wabah seperti ini, seharusnya managemen OTA mempunyai urgent respons yang memadai, bukan malah mempersulit konsumen, apalagi mengenakan biaya administrasi atau bahkan memotong uang konsumen,” ujat Tulus.

Tak sedikit pula pengaduan terkait soal lambatnya akses internet. Dibanyak lokasi pelayanan internet mengalami down. Hal ini dikarenakan tingginya penggunaan akses internet untuk WorkformHome, belajar jarak jauh, tele meeting, dll. Bisa jadi kapasitas bandwidh internet operator terganggu. Berikut gangguan jaringan dan infrastruktur lainnya;

Pengaduan masalah leasing dan pelayanan perbankan juga tidak kalah banyaknya. Memang Presiden menjanjikan relaksasi di sektor keuangan seperti untuk kredit leasing dan perbankan.

“Tapi praktik di lapangan hal ini belum jelas eksekusinya,” terang Tulus.

Ada pula pengaduan masalah komoditas esensial, terutama kebutuhan bahan pokok, terutama terkait ketersediaan, harga yang wajar, pembatasan pembelian dan fenomena panic buying.

“Terkait permasalahan-permalahan tersebut, YLKI mendorong konsumen untuk mengadukan ke Posko Pengaduan YLKI yang bisa dilakukan secara online, via: www.pelayanan.ylki.or.id. Dan atau via nomor seluler: 08129000999. Pengaduan dilengkapi dengan informasi, data, dan kronologi yang lengkap. berikut copy bukti transaksi,” pungkas Tulus. [fah]


Komentar Pembaca