Arab Saudi Siapkan 6 Rumah Sakit Universitas untuk Cadangan Pasien Corona

Kabar Tanah Suci  MINGGU, 29 MARET 2020 | 15:00 WIB

Arab Saudi Siapkan 6 Rumah Sakit Universitas untuk Cadangan Pasien Corona

foto/net

Moeslimchoice.  Kementerian Pendidikan Arab Saudi berkontribusi pada upaya Kementerian Kesehatan untuk memerangi virus corona dengan menyedikan enam Klinik Universitas yang diperlengkapi dengan perlengkapan medis disiapkan menjadi Rumah Sakit untuk berada di garis menghadapi virus corona.

Karena jumlah kasus yang dikonfirmasi meningkat menjadi 1.203 kasus, Rumah Sakit Universitas ini menyiapkan lebih dari 3.000 tempat tidur yang siap untuk keadaan darurat apapun dan 20 Universitas menyediakan lebih dari 77 bangunan mereka untuk digunakan sebagai karantina medis.

"Sejak 1 Februari 2020, Menteri Pendidikan, Hamad Al-Asheikh telah mengarahkan semua universitas untuk memperbarui rencana darurat mereka dan menyediakan rumah sakit mereka dengan peralatan yang diperlukan," kata Tariq Al-Ahmadi, juru bicara pendidikan tinggi Arab Saudi, saat konferensi pers pada Sabtu (28/3).

Al-Ahmadi juga menyoroti keberhasilan pengalaman pendidikan virtual di universitas-universitas Saudi, sejak pendidikan benar-benar virtual pada 8 Maret 2020 lalu sebagai langkah pencegahan untuk melindungi siswa dan staff dari virus corona.

Kementerian Kesehatan telah mengkonfirmasi 99 kasus virus corona baru di Arab Saudi, menjadikan jumlah total kasus yang terkonfirmasi menjadi 1.203 dengan 37 orang sembuh dan empat meninggal. 

Kematian korban terakhir adalah seorang warga negara Saudi, berjenis kelamin laki-laki asal Riyadh. Sebelum tertular covid-19, laki-laki tersebut telah menderita berbagai masalah kesehatan kronis, dan dia menjadi korban keempat yang meninggal. 

Kementerian Kesehatan telah melakukan 51.000 tes laboratorium lanjutan sejauh ini. 

"Ini menjadikan Arab Saudi salah satu dari 10 negara teratas di dunia dalam hal membuat jumlah tes tertinggi per rasio populasi," kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly.

"Saat ini, jumlahnya dalam keadaan berfluktuasi, secara global," kata Al-Aly. 

"Kurva mungkin menuju penurunan yang stabil dan pandemi ini berlalu dengan tenang, atau kenaikan yang cepat dan berbahaya. Adalah tanggung jawab kita sebagai masyarakat untuk mengendalikan kurva," tandasnya. [mel/ArabNews]


Komentar Pembaca