Kalibata City Berpotensi Jadi Poros Penyebaran Covid-19 di Jakarta Selatan

Opini  SABTU, 28 MARET 2020 | 03:50 WIB

Kalibata City Berpotensi Jadi Poros Penyebaran Covid-19 di Jakarta Selatan

Kalibata City/ist

BANYAK warga pendatang baik dalam negeri, maupun luar negeri. Profesi kerjanya pun variatif, dari mulai jualan cabai, tempe, prostitusi, politisi, pilot, pramugari, pejabat, dan lain lain.

Kalibata City (Kalcit) Apartemen, memiliki lebih dari 10 tower, tiap tower terdiri dari 21 lantai. Akses masuk ke kamar/unit gunakan lift. Tangga digunakan jika keadaan darurat saja. Kehidupan di Kalcit seperti umumnya apartemen/rusun lainnya. Karakter penghuninya mayoritas satu sama lain tidak saling kenal, sehingga tidak terlalu pedulikan keadaan sekitar.

Kalibata City (Kalcit) Apartemen, memiliki lebih dari 10 tower, tiap tower terdiri dari 21 lantai. Akses masuk ke kamar/unit gunakan lift. Tangga digunakan jika keadaan darurat saja.

Kehidupan di Kalcit seperti umumnya apartemen/rusun lainnya. Karakter penghuninya mayoritas satu sama lain tidak saling kenal, sehingga tidak terlalu pedulikan keadaan sekitar. Kehidupan malam di Kalcit di malam hari biasa, seperti halnya kehidupan siang. Daerah ini tak pernah sepi 24 jam, baik penghuninya, cafe, ware, dan pedagang kaki limanya.

Sampai hari ini saya masih melihat keluar masuk warga, baik yang berkunjung maupun check-in harian (pasangan bergantian) serta penghuni asli, tidak terpantau dengan baik, dan imbauan dari pengelola sudah diberikan, namun hanya masih imbauan belum ke implementasi.

Di Kalcit juga terdapat sekolah Paud, TK, baik yayasan Islam/non Islam. Masjid, gereja pun ada. Lengkap sebagaimananya pemukiman umum. Bahkan Mall Kalcit sampai hari ini tetap buka seperti biasa. Sudah pada sterilisasi bagi setiap pengunjung, walau masih alakadarnya.

Yang paling rentan dan membahayakan adalah hilir mudiknya penghuni juga pendatang yang tiap saat berganti dan pergi. Saya tidak melihat pencegahan yang steril, ketat, dan tegas atas keadaan ini oleh pengelola.

Seharusnya di suasana seperti ini pendataan, sterilisasi dan antisipisi, menjadi hal utama dilakukan, di samping sosialisasi dan pengobatan. Ini mengingat karakter penyebaran Covid-19 yang sangat cepat dan mematikan.

Dalam pencegahan dan penanganan wabah RRC virus, kami berharap Pemprov DKI/Negara turut mengintervensi penanganan wabah ini ke pengelola Kalcit Apartemen, agar pengelola lebih ketat, tegas dan menyeluruh mencegah dan menangani wabah di pemukiman rusun/apartemen Kalcit se-segera mungkin. Jika tidak area Kalibatacity bisa menjadi poros penyebaran Covid-19, khususnya di Jakarta Selatan.

Berikut kami sampaikan letak posisi geografis Kalibatacity yang rawan. Di belakang Kalibatacity adalah pemukiman/perkampungan warga Rawajati, Pancoran, Kalibata. Stasiun KA Duren Kalibata dan Pasar Minggu Baru. Kemudian Kantor Pusat BIN (Badan Intelegen Negara).

Tak jauh, persis di belakang Kalcit terdapat pemakaman umum warga, dan samping kirinya adalah Taman Makam Pahlawan Kalibata. Di depan Kalcit rumah dinas DPR-RI, ada 2 blok kompleks terpisah namun tak berjauhan. [***]

OLEH: AGUSTO SULISTIO
Pegiat media sosial dan penghuni Kalcit Apartement

 


Komentar Pembaca
Hongkong Konawe

Hongkong Konawe

31 Mei, 2020 | 05:05

Indahnya Asuransi Syariah di Era Covid-19
Perang Twitter

Perang Twitter

30 Mei, 2020 | 04:06

Siap Panas

Siap Panas

29 Mei, 2020 | 05:30

PSBB TTH

PSBB TTH

28 Mei, 2020 | 07:53

Halal bi Halal ala New Normal

Halal bi Halal ala New Normal

28 Mei, 2020 | 05:00