Rupiah Terjun Bebas Karena Indonesia Buruk Dalam Tangani Covid-19

Ekonomi  SABTU, 28 MARET 2020 | 01:50 WIB

Rupiah Terjun Bebas Karena Indonesia Buruk Dalam Tangani Covid-19

Foto ilustrasi/liputan6

Moeslimchoice | Sumber gejolak yang menekan rupiah bukanlah karena dominasi faktor-faktor moneter. Namun lebih kepada buruknya penanganan covid-19 di Indonesia. Penilaian ini disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Junaidi Auly.

“Nilai rupiah begitu tertekan sebagai akibat dari kurang kredibel pemerintah dalam menangani covid-19. Tidak sedikit investor yang melepas kepemilikan aset-aset keuangan di Indonesia dan akhirnya menekan rupiah dalam level signifikan,” ungkap Junaidi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/3/20).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, stimulus yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) tidak berdampak banyak terhadap rupiah. Bahkan rupiah menunjukkan penurunan signifikan sampai di bawah nilai fundamentalnya. Hal ini mengindikasikan bahwa stimulus moneter masih jauh panggang dari api.

“Koreksi 7-Days RR, misalnya, tidak mampu menahan depresiasi Rupiah. Justru semakin memaksa asing keluar dari instrumen keuangan di Indonesia, karena penurunan yield yang akan diterima. Saat ini, sumber gejolak justru berada di tangan pemerintah,” papar Junaidi.

Junaidi mengkhawatirkan sektor moneter yang lebih berperan sebagai stabilisator. Padahal posisi cadangan devisa Indonesia tidaklah banyak.

“Per Februari 2020 hanya US$ 130 miliar, cukup untuk 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Namun pembayaran utang swasta dan BUMN belum termasuk dalam kalkulasi ini. Padahal, cadangan devisa terus terkuras untuk intervensi” tutup Junaidi. [fah]


Komentar Pembaca
Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05

Bubarkan Fpi

Bubarkan Fpi

Ahad, 03 Mei 2020 | 19:55