Bantah Presiden, Pemkot Tegal Berlakukan Local Lockdown, Ini Kata Ganjar

Daerah  JUMAT, 27 MARET 2020 | 15:45 WIB

Bantah Presiden, Pemkot Tegal Berlakukan Local Lockdown, Ini Kata Ganjar

foto/net

Moeslimchoice. Meski Presiden Joko Widodo pada 16 Maret 2020 lalu menyatakan tidak memasukkan lockdown (menutup kota atau negara) sebagai salah satu kebijakan untuk mengurangi penyebaran penyakit virus corona jenis baru (COVID-19). Namun hal tersebut kini dilanggar oleh pemerintah kota Tegal, Jawa Tengah.

Wali Kota Tegal pada Kamis (26/3) kemarin menetapkan status wilayahnya menjadi local lockdown. Kebijakan tersebut diambil usai kondisi darurat Kota Tegal dengan adanya pasien positif virus corona (COVID-19).

Menurut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, bahwa yang terjadi di Kota Tegal tidak seseram seperti yang diberitakan. Dirinya telah mengonfirmasi langsung kepada Wakil Wali Kota Tegal terkait keputusan yang diambil tersebut.

"Saya sudah klarifikasi, sudah ada penjelasan soal itu. Intinya itu bukan lockdown, hanya isolasi terbatas agar masyarakat tidak bergerak bebas. Sampai tingkat itu saja," tegas Ganjar. 

Ganjar menytaakna bahwa kebijakan itu karena ada satu pasien positif corona di Kota Tegal. Sehingga Wali Kota beserta jajarannya merespon dengan baik, yang intinya akan membatasi gerak masyarakat dan mengurangi kerumunan.

"Lalu diambil kebijakan menutup jalur yang masuk ke kota atau kampung dengan barier yang ada. Sebenarnya itu, jadi judulnya sebenarnya lebih tepat isolasi kampung," imbuh Ganjar.

Ganjar menyatakan jika kebijakan tersebut bukanlah lockdown. Sebab masyarakat masih diperbolehkan keluar rumah oleh Pemkot Tegal.

Ganjar pun kemudian meminta kepada seluruh Bupati/Wali Kota atau siapapun di Jawa Tengah untuk berhati-hati dalam menyikapi persoalan virus corona ini. Ganjar meminta agar para pemimpin daerah tidak menggunakan kata-kata lockdown yang membuat masyarakat resah. Lebih tepatnya adalah isolasi kampung.

Ia justru akan mendukung upaya isolasi kampung yang diinisiasi Pemkot Tegal tersebut. Apabila hal itu berhasil, dan akan menerapkannya ke daerah lain.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Tegal memberlakukan local lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona, Covid-19. Hal itu dikemukakan Sekretaris Daerah Kota Tegal Johardi, di Tegal, Jawa Tengah, Kamis, 26 Maret 2020. 

Menurut Johardi, meski sudah ada imbauan untuk menjaga jarak melalui social distancing, namun warga masih tetap banyak yang berkumpul. Kebijakan ini untuk mengamankan Kota Tegal dari virus corona.

Terkait keputusan local lockdown itu, Pemkot Tegal melakukan penutupan akses ke sejumlah lokasi yang kerap dijadikan kerumunan warga. Pemkot Tegal juga memadamkan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik.

Sejumlah PJU di kawasan jalan protokol yang dipadamkan di antaranya di seputar Alun-alun, Jalan Pancasila, Jalan RA Kartini, Jalan Werkudoro, Jalan KS. Tubun, dan jalan-jalan di jantung kota. Pemadaman dilakukan sejak pukul 18.00-24.00 WIB. [mt]


Komentar Pembaca
Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05

Bubarkan Fpi

Bubarkan Fpi

Ahad, 03 Mei 2020 | 19:55

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD