Italia, 37 Dokter Meninggal karena Virus Corona dan 6000 Tim Medis Terinfeksi

Internasional  KAMIS, 26 MARET 2020 | 23:15 WIB

Italia, 37 Dokter Meninggal karena Virus Corona dan 6000 Tim Medis Terinfeksi

foto/net

Moeslimchoice.  Krisis virus corona di Italia makin menyeramkan. Kini tercatat Covid-19 itu juga telah menewaskan 34 dokter, sementara lebih dari 6.000 pekerja medis telah terinfeksi, seperti diberitakan hari ini, Kamis (26/3).

MC Award 2

Tiga dokter kembali meninggal karena virus corona kemarin (Rabu, 25/3) di Bergamo, Foggia dan Naples, kata Federasi Profesional Medis Italia, sehingga jumlah totalnya menjadi 37 orang.

Kepala sebuah lembaga penelitian Italia mengatakan hari ini, bahwa 6.205 petugas kesehatan telah terinfeksi penyakit ini, itu artinya 8,3 persen dari 74.376 dari total yang terinfeksi di Italia.

"Apa yang kita hadapi setiap hari adalah buletin perang sungguhan. Dokter dan keluarga mereka berduka atas kematian mereka," kata Filippo Anelli, presiden federasi dokter.

Federasi dokter Italia telah memperingatkan, bahwa angka kematian sebenarnya mungkin lebih tinggi karena 'banyak dokter mati mendadak, bahkan jika penyebab kematian tidak secara langsung disebabkan oleh virus, karena tidak melakukan tes swab.'

Selain itu, setidaknya satu perawat diyakini telah bunuh diri setelah terinfeksi virus corona, karena takut dirinya menyebarkan penyakit kepada orang lain.

Daniela Trezzi (34), telah bekerja di garis depan dalam krisis virus corona ini di sebuah rumah sakit di Lombardy, wilayah yang paling parah terkena dampak virus di Italia.

Federasi Perawat Nasional Italia mengkonfirmasi, kematiannya dan menyatakan 'rasa sakit dan cemas' dalam sebuah pernyataan awal pekan ini.

Kelompok perawat juga mengungkapkan bahwa 'episode serupa telah terjadi seminggu yang lalu di Venesia, dengan alasan mendasar yang sama'.

"Masing-masing dari kita telah memilih profesi ini untuk kebaikan, dan sayangnya, itu berakhir buruk: kita adalah perawat," kata federasi.

"Kondisi dan tekanan yang dialami para profesional kita berada di bawah pengawasan semua orang," kata  kelompok itu.

Banyak rumah sakit di Italia kewalahan oleh skala krisis dan menghadapi kekurangan ventilator dan persediaan medis lainnya.

Ribuan petugas medis jatuh sakit, karena mereka yang berada di garis depan ketika mereka sangat dibutuhkan oleh para pasien.

Nino Cartabellotta, kepala yayasan Gimbe yang mengumpulkan data tentang jumlah petugas medis yang terinfeksi, mendesak agar 'phenomemon' ini harus 'ditertibkan untuk melindungi mereka yang merawat kita'.

Selain dokter rumah sakit dan dokter umum, para medis yang meninggal akibat virus corona ini adalah termasuk dokter gigi, psikiater dan dokter mata.

Angka Nasional terbaru penderita positif corona di Italia menunjukkan angka 74. 386 orang, dan 7.503 meninggal dan sembuh 9.362 orang pada Kamis malam (26/3).

Ada beberapa tanda bahwa laju kenaikannya melambat, tetapi lockdown nasional yang diberlakukan oleh Perdana Menteri Giuseppe Conte diperkirakan akan berlangsung hingga April 2020.

"Sejarah akan menilai kita," kata pemimpin Italia itu kepada parlemen, Rabu (25/3).

"Kita semua harus berkontribusi untuk kebaikan bersama," kata Conte. "Pemerintah telah bertindak dengan tekad dan kecepatan tertinggi," tambahnya. [mel/Dailymail]


Komentar Pembaca