Kasus Positif Covid-19 Sentuh Angka 900, Arab Saudi Perpanjang Jam Malam

Kabar Tanah Suci  KAMIS, 26 MARET 2020 | 18:30 WIB

Kasus Positif Covid-19 Sentuh Angka 900, Arab Saudi Perpanjang Jam Malam

foto/net

Moeslimchoice.  Kementerian Dalam Negeri Saudi akan memperketat pembatasan perjalanan antara 13 wilayah negara itu mulai Kamis (26/3), karena jumlah kasus positif coronavirus (COVID-19) yang dikonfirmasi mencapai 900 kasus. Sementara untuk kasus kedua yang meninggal telah dikonfirmasi pada Rabu (25/3).

Langkah-langkah tambahan untuk pencegahan adalah dengan membatasi orang-orang yang masuk maupun yang keluar dari kota-kota seperti Riyadh, Makkah dan Madinah, dengan jam malam yang diperpanjang di tiga kota besar tersebut. 

Jam malam yang diberlakukan saat ini adalah dimulai pukul 15.00 Waktu Saudi, dan bukan jam 19.00 Waktu Saudi.

Pembatasan gerakan ini tidak termasuk kelompok yang sebelumnya dibebaskan dari jam malam. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelompok yang dikecualikan, orang dapat menghubungi 999, sementara penduduk wilayah Makkah dapat menghubungi 911.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Kolonel Talal Al-Shalhoub mengatakan, bahwa ada tingkat komitmen yang tinggi terhadap instruksi jam malam di seluruh negeri.

"Semua orang bekerja demi kebaikan negara, kami mengambil langkah bertahap sesuai dengan situasi kritis saat ini," katanya.

Al-Shalhoub menambahkan, bahwa pusat kendali keamanan di jalan primer dan sekunder di seluruh Arab Saudi juga menjadi tanggung jawabnya, termasuk untuk menegakkan tindakan-tindakan baru yang diperlukan.

Denda diberlakukan untuk para pengemudi, katanya, mulai dari SR 10,000 (kurang lebih Rp 36 juta). Pelanggar berulang akan dikirim ke penjara selama kurang lebih 20 hari.

Al-Shalhoub juga memperingatkan orang-orang untuk memproduksi, mengirim atau berbagi foto atau video pelanggaran perintah jam malam yang baru diberlakukan, seperti yang diperintahkan oleh Jaksa Penuntut Umum. Dia mengatakan bahwa lima orang yang melanggar perintah jam malam sudah terdeteksi.

Pelanggar akan didakwa berdasarkan Pasal 6 UU Anti-Cyber ​​Crime, yang menetapkan denda hingga SR 3 juta (kurang lebih Rp 10,8 Miliar) dan lima tahun penjara. Hukuman akan diterapkan pada pelanggar, bukan informan atau pelapor.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi, Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan, pengukuran kementerian telah secara signifikan membatasi jumlah kasus yang disebabkan oleh kontak dengan kedatangan baru ke negara itu.

"Jika penumpang yang baru tiba tidak dikarantina, rantai infeksi akan mencapai lebih dari 4.000 kasus, dan 200 hingga 300 kasus dikonfirmasi," kata Al-Aly saat konferensi pers harian COVID-19 pada Rabu (25/3).

Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi, kematian kedua yang disebabkan oleh COVID-19, seorang warga Makkah yang berusia 46 tahun.

Juru bicara itu juga mengumumkan 133 kasus baru yang terinfeksi virus, sehingga jumlah total kasus yang dikonfirmasi di Kerajaan Arab Saudi menjadi 900. [mel/ArabNews]


Komentar Pembaca