1 Warga Depok Meninggal Positif Corona | 9 Meninggal Berstatus PDP

Daerah  RABU, 25 MARET 2020 | 20:58 WIB | Warni Arwindi

1 Warga Depok Meninggal Positif Corona | 9 Meninggal Berstatus PDP

MoeslimChoice | Seorang warga Kota Depok, Jawa Barat, dinyatakan meninggal dengan status positif terinfeksi corona. Informasi lain menyebutkan, sembilan warga lainnya juga meninggal dalam status pasien dalam pengawasan selama kurun waktu 18-25 Maret 2020.

"Berkenaan dengan banyaknya permintaan agar jumlah kasus PDP meninggal disampaikan kepada publik, hari ini kami sampaikan bahwa jumlah PDP yang meninggal di Kota Depok dari 18 Maret sampai 25 Maret 2020 sebanyak sembilan orang," bunyi pernyataan resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kepada media, Rabu, 25/3/2020.

Pemkot Depok juga menyampaikan alasan mengapa pihaknya selama ini tidak menyampaikan adanya pasien berstatus PDP yang meninggal. "Perlu kami tegaskan, status PDP belum dinyatakan bahwa pasien tersebut positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) yang datanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Centre) Kementerian Kesehatan RI," lanjut pernyataan itu.

Mengenai yang meninggal dengan status positif terinfeksi,  pasien meninggal di sebuah rumah sakit swasta di Depok, Jawa Barat. Pasien tersebut laki-laki berusia 40-an tahun dan merupakan ASN di salah satu kementerian. "Jenazah dari RS langsung akan dimakamkan di Depok," kata Kabag Kessos Setda Depok, Eka Firdaus dalam keterangan resmi, Rabu, 25/3/20.

Dari laman web resmi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Depok, warga yang meninggal  berasal dari Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis.  Atas musibah tersebut, Pemeritah Kota Depok menyerukan seluruh warga melaksanakan salat ghaib. Pelaksanaan salat ghaib tersebut, kata dia, sebagai bentuk solidaritas terhadap almarhum. "Maka dengan ini memohon keikhlasan kaum muslimin Kota Depok untuk bisa melaksanakan salat ghaib untuk beliau sebagai bentuk solidaritas khususnya selaku Sesama ASN dan dan umumnya selaku sesama kaum muslimin warga Kota Depok," lanjut Dedi.

Perkembangan terakhir yang disampaikan Gugus Tugas Kota Depok  juga menyebutkan, per 25 Maret 2020 data kasus terkonfirmasi positif berjumlah 19 orang, sembuh empat orang, dan meninggal satu orang. "Pasien dalam pengawasan (PDP) juga bertambah, yakni 173 orang. Dari angka itu, 13 kasus selesai dan 160 orang masih dalam pengawasan. Selanjutnya orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 568 orang, 187 orang selesai dan 381 orang masih dalam pemantauan.

Kota Depok merupakan domisili pasien pertama terinfeksi corona, yakni nomor urut 01 sampai dengan 03. Informasi mengenai perkembangan sebaran virus corona dan wabah Covid-19 di Depok tersedia di sini.


Komentar Pembaca