Rp100 M untuk Hadapi Covid-19 di Sumsel | Jakabaring-Asrama Haji untuk Isolasi

Tentang Sumsel  RABU, 25 MARET 2020 | 19:15 WIB

Rp100 M untuk Hadapi Covid-19 di Sumsel | Jakabaring-Asrama Haji untuk Isolasi

foto/net

MoeslimChoice | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serius mencegah dan mengantisipasi penularan penyakit Covid-19 oleh virus Corona yang kian masif. Selain merealokasikan dana Rp100 miliar, Gubernur Sumsel Herman Deru juga menyiapkan Wisma Atlet di Jakabaring dan Asrama Haji untuk mengantisipasi jika pasien Covid-19 membludak.

MC Award 2

Gubernur Herman Deru juga mengumumkan status Sumsel yang kini menjadi siaga dari sebelumnya waspada.  HD, nama ringkas Gubernur, menegaskan, langkah-lagkah ini merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) nomor 4 tahun 2020 yang memerintahkan agar Kementerian dan Lembaga mengalihkan anggaran untuk menangani pandemi Covid-19 saat ini. Dana tersebut merupakan dana tahap awal yang digelontorkan Pemprov Sumsel.

"Yang pasti dana Rp100 miliar itu adalah dana awal yang kita alokasikan untuk penanganan Covid-19 ini. Dana tersebut utamanya kita alihkan dari anggaran perjalanan dinas dan seremonial," kata HD, Rabu, 25/3/20.

Dana Rp100 miliar tersebut  akan difokuskan untuk penanganan Covid-19. Bahkan, bukan tidak mungkin Pemprov Sumsel akan menambah jumlah dana yang digelontorkan dengan melihat situasi dan kondisi setempat.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Sumsel juga menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Tentu itu (dana) digunakan untuk pencegahan Covid-19. Harus difokuskan, kita juga bisa meminta bantuan BPKP dalam pelaksanaannya," sambungnya.

HD secara khusus juga memperhatikan secara serius para  tenaga medis yang bertugas. Menurut dia, Pemprov juga sedang menyusun kebijakan untuk menaikkan insentif baga para tenaga medis agar lebih kuat berhadapan dengan virus corona dan Covid-19.

Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat peran dari tenaga medis memang sangat dibutuhkan dalam penanganan Covid-19 ini. "Utamanya memang untuk masyarakat, namun tenaga medis juga tidak bisa dilupakan. Mereka garda terdepan dan berhadapan langsung dengan Covid-19 ini. Sudah kita rumuskan kenaikan itu," tegasnya.

Terkait kebijakan itu penanganan Covid-19 ini, Pemprov Sumsel menyiapkan 2.000 ruang karantina untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sebanyak 2.000 ruang tersebut masing-masing berada di Wisma Atlet Jakabaring Sport City dan Asrama Haji.

"Langkah itu dipilih jika tempat isolasi di rumah sakit tidak bisa lagi menampung pasien suspect Covid-19," terangnya.

Saat ini Pemprov Sumsel telah menyiapkan 60 ruang isolasi di berbagai rumah sakit di Palembang. Dari 60,  24 antaranya berada di RS M Hoesin, Palembang sementara sisanya berada di RS Siti Fatimah, RS Ernaldi Bahar, RS Paru, RS Gigi dan Mulut, dan RS Mata.

Tidak hanya itu, rumah sakit milik Pemkot, Kabupaten, TNI, Polri hingga swasta juga akan dipersiapkan. Semuanya untuk menghadapi virus corona dan Covid-19 [mel]


Komentar Pembaca