Kreasi Ala Pacitan, Bisnis Halal dan Dibutuhkan di Tengah Wabah Covid-19

Daerah  SELASA, 24 MARET 2020 | 14:45 WIB

Kreasi Ala Pacitan, Bisnis Halal dan Dibutuhkan di Tengah Wabah Covid-19

Masker ala penjahit Pacitan

MoeslimChoice | Saat ini, kalau bicara soal kesehatan, ada istilah yang rasanya harus dilengkapi. Yakni, empat sehat lima sempurna, plus masker.

Pelindung hidung dan mulut dari debu itu kini memang jadi salah satu benda paling dicari, termasuk oleh warga masyarakat Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Apalagi kalau harganya murah tetapi keamanannya tetap terjaga.

Semua itu tak lepas dari peran virus Corona (Covid-19). Alhasil, sejumlah “pemain” tailor pun beralih fokus dulu. Dari membuat baju dan celana buat Idul Fitri, ke mencipta masker.

Tanpa modal kain yang terlalu banyak, bahkan cukup dengan memanfaatkan sisa-sisa potongan kain untuk membuat baju dan celana, mereka menyulap dirinya menjadi para pembuat masker.

Salah satunya dilakukan Adi (29), warga Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang jahit itu kini mendadak jadi pembuat masker.

Soal harga, Adi berani bersaing dengan yang lain, bahkan melawan swalayan sekalipun. Begitulah pengakuannya, saat berbincang-bincang sembari menjahit pesanan masker untuk dijual secara online.

“Ya, lumayanlah. Kalau yang lain jual Rp 5 ribu, saya cukup jual Rp 3 ribu per masker. Tapi, ya harus pesan dulu. Soalnya saya hanya sendirian membuatnya,” kata Adi kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Senin (23/3/2020).

Sehingga, lanjutnya, dalam sehari, dia hanya sanggup membuat masker antara 50 sampai 100 buah. Apalagi, bahan yang digunakan hanyalah sisa potongan dari kain orang yang membuat pakaian.

“Artinya, saya kan harus mengumpulkan dulu bahan-bahannya. Harus digunting dulu. Tapi, ya daripada mubadzir, saya manfaatkan saja kain-kain sisa potongan itu untuk membuat masker. Lumayanlah, bisa buat beli kebutuhan di rumah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemesanan bisa dilakukan melalui pesan di aplikasi WhatsApp dengan nomor +62 819-1662-3970.

“Kalau ada yang mau pesan, bisalah lewat WhatsApp. Tapi, ya harus sabar. Dan, kalau sudah jadi, barangnya bisa saya antar ke lokasi dengan cara Cash on Delivery (CoD),” pungkasnya. [yhr]


Komentar Pembaca
Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Jumat, 03 Juli 2020 | 14:30

Inilah Kunci Ketenangan Hati Menurut Al Quran
New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020 | 02:30