Kikisan Sungai Grindulu Pacitan Terus Tebar Ancaman

Daerah  SELASA, 24 MARET 2020 | 14:15 WIB

Kikisan Sungai Grindulu Pacitan Terus Tebar Ancaman

Gambaran titik-titik yang terlibas pengikisan Sungai Grindulu

MoeslimChoice | Kikisan Sungai Grindulu, yang melibas tanah-tanah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terus menebar ancaman. Apalagi bagi warga masyarakat yang bermukim di sekitar pinggiran Zona Grindulu. Jarak antara bibir sungai dengan tanggul tinggi penahan banjir tinggal tersisa 10 meter.

Maka, ancaman dari Sungai Grindulu kini bukanlah sekadar banjir. Tapi juga pengikisan tanah di sepanjang alirannya, yang lambat laun menjadi momok tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Kondisi itu dibenarkan Rochman Mashoeri, Kepala Desa Mentoro, Pacitan. Menurutnya, dampak dari pengikisan itu sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Bahkan sudah melenyapkan beberapa makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Duduhan.

“Ya, sangat benar. Masyarakat di Dusun Duduhan memang selalu waswas, karena tebing Sungai Grindulu yang ada di sepanjang Desa Mentoro terus terkikis. Bahkan, jarak antara bibir sungai dengan tanggul saat ini tinggal 10 meter saja,” katanya kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Selasa (24/3/2020).

Rochman berkisah, pengikisan itu sudah berdampak sangat fatal. Puluhan makam ikut hanyut terbawa air, karena tanahnya habis terkikis.

“Kejadiannya memang sudah lama, sekitar 10 tahun lalu. Tetapi, proses pengikisan itu kan memang terjadi sedikit-sedikit, dan terus berlangsung sampai hari ini,” imbuhnya.

Sebagai orang yang dituakan di desanya, Rochman sempat mensengajakan diri mengukur jarak antara bibir Sungai Grindulu dengan tanggul penahan banjir yang ada di sana.

“Terakhir saya mengecek ke lokasi itu, memang sengaja saya ukur dengan menggunakan meteran. Dan, ternyata, jaraknya tinggal 10 meter saja,” katanya.

Ia mengakui, Bupati Pacitan sendiri, Indartato, sudah sempat meninjau langsung lokasi tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian terhasil hasil pengecekannya itu.

“Dulu sudah dicek langsung oleh Pak Bupati. Namun, sampai sekarang, belum ada kepastian dari hasil pengecekan tersebut. Padahal, kita juga kan menunggu-nunggu hasilnya,” tandas Rochman.

Kini, lanjut Rochman, pihaknya hanya bisa berharap pemerintah segera memikirkan dan memberikan jawaban terkait keluhan masyarakat soal ancaman yang terus ditebar oleh Sungai Grindulu tersebut.

Lantas, bagaimana tanggapan masyarakat sekitar terkait terus terkikisnya bibir Sungai Grindulu itu?

Secara umum, mereka rata-rata menyampaikan rasa takutnya yang sangat besar. Apalagi kalau hujan tengah mengucur deras, kepanikan pun kian membuncah. Pasalnya, di kondisi cuaca seperti itu, aliran sungai ini mengalami perubahan yang sangat signifikan.

“Terus terang, kami di sini merasa takut. Belum lagi kalau hujan deras. Pengikisan itu pasti terus bertambah, dan aliran Sungai Grindulu ini jadi semakin mengarah ke Desa Mentoro. Semua itu terjadi akibat tepian yang satunya lagi terus ditanami rumput oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Seperti inilah jadinya,” keluh salah seorang warga. [yhr]


Komentar Pembaca
Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Sidang Itsbat Akan Digelar 21 Juli 2020

Jumat, 03 Juli 2020 | 14:30

Inilah Kunci Ketenangan Hati Menurut Al Quran
New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020 | 02:30