Mengutip Al-Quran, UAS Patuh Larangan Shalat di Masjid Terkait Corona

INSPIRASI ISLAM  SABTU, 21 MARET 2020 | 12:35 WIB | Sunarya Sultan

Mengutip Al-Quran, UAS Patuh Larangan Shalat di Masjid Terkait Corona

Foto/net

Moeslimchoice | Terhadap fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait larangan beribadah secara berjamaah di masjid selama pandemi virus corona (Covid-19) berlangsung, penceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) menyatakan patuh.

UAS mengutip Alquran Surat An-Nisa ayat 59 tentang kewajiban taat kepada Alloh SWT, Rasul SAW, ulama, dan pemimpin. Menurutnya, MUI adalah pihak yang harus ditaati umat Islam Indonesia.

"Saya percaya kepada MUI dan khusus Mesir, karena saya alumni Al-Azhar, saya sebagai orang awam tidak berilmu ikut guru-guru kami di Azhar yang pada 15 Maret 2020 tentang gugurnya Shalat Jumat dan Fardu," tutur UAS pada video yang diunggah akun Youtube Ustadz Abdul Somad Official, Jumat (19/3/2020) malam.

Lebih lanjut UAS menyebutkan Mesir sudah melaksanakan imbauan untuk tidak beribadah di masjid selama corona. Kata Uas, imbauan itu mampu menekan penyebaran virus. Tercatat, Mesir memiliki 256 kasus, dengan 7 kematian dan 42 orang sembuh.

Pada video unggahan, UAS juga menjawab sebagian kalangan yang mempertanyakan larangan pergi ke masjid di saat pusat perbelanjaan masih dibuka. Menurutnya, logika itu tidak tepat.

"Yang tepat itu bukan begitu. Tidak berkerumun di masjid, juga tidak berkerumun di mal," dia menjelaskan.

Menurut UAS, pelarangan beribadah di masjid juga pernah terjadi di masa silam. Saat itu, ada wabah penyakit yang menyebar dari Mesir ke Andalusia. Masjid-masjid ditutup agar penyakit tak menyebar lebih luas.

Oleh karenanya, ia meminta jamaah untuk menaati fatwa MUI. Dia pun akan menaati dengan tidak menggelar majelis taklim secara fisik untuk sementara waktu.

"MUI sudah mengeluarkan tentang masalah shalat berjamaah, tentang tidak berkerumun, dan saya pribadi tidak melaksanakan tabligh akbar untuk menjaga ini," terang UAS.

Sebagai informasi, MUI mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 pada Senin (16/3/2020).

Dalam fatwanya, MUI melarang pelaksanaan ibadah secara berkerumun di daerah yang terpapar corona. MUI menyebut sejumlah ibadah, seperti majelis taklim, shalat jumat berjamaah, shalat wajib berjamaah, shalat tarawih, dan shalat id. [nry]


Komentar Pembaca