Satpol PP Periksa Para Pengunjung Pemkab Pacitan

Daerah  JUMAT, 20 MARET 2020 | 12:30 WIB

Satpol PP Periksa Para Pengunjung Pemkab Pacitan

Pemeriksaan suhu tubuh di gerbang masuk Kantor Pemkab Pacitan

MoeslimChoice | Kabar soal virus Corona (Covid-19) seolah tak ada basinya. Rasa waswas terus menyelimuti masyarakat di seantero negeri. Apalagi, hampir setiap detik informasi penambahan korban yang terinveksi muncul di berbagai platform media.

Virus Corona seolah menjelma menjadi semacam teka-teki silang yang sudah untuk dipecahkan, karena belum juga ditemukan obatnya.

Kehati-hatian pun tentu menjadi sangat perlu. Berbagai imbauan tak henti-hentinya ditiupkan, baik secara langsung maupun lewat media. Bahkan, pemasangan stiker mulai dianggap sebagai salah satu jalan pintas yang efektif.

Bahkan, terhitung sejak Rabu (18/3/2020), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) secara tertib melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada semua pengunjung yang memasuki lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan, Jawa Timur.

“Kita mengantisipasi penularan virus Corona dengan cara cek suhu tubuh terlebih dahulu. Bila hasilnya mencapai angka 37,5 derajat Celcius, maka kita sarankan masuk ke ruang khusus. Bila masih tinggi, kita anjurkan ke pusat kesehatan,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Pacitan, Widji Sumardji, kepada Kontributor MoeslimChoice, Suluh Apriyanto, Kamis (19/3/2020).

Kegiatan itu, lanjut Widji, akan terus dilakukan secara disiplin oleh Satpol PP sampai batas waktu yang telah ditentukan pemerintah pusat, mengingat daya tular virus Corona ini sangatlah cepat.

“Kita akan melakukan terus cek suhu tubuh ini sampai batas waktu yang ditentukan oleh pemerintah pusat. Bahkan, situasi darurat dari pusat akan diperpanjang lahi hingga 29 Mei 2020,” tambahnya.

Selama pengecekan suhu tubuh di depan gerbang Kantor Satpol PP itu, Widji mengatakan, sudah ditemukan beberapa orang yang suhunya berada di atas 37,5 derajat Celcius.

“Kemarin, ada yang suhunya di atas 37,5 derajat Celcius. Namun, kita suruh istirahat di ruang khusus, dan selang beberapa menit kemudian kita cek lagi, hingga berkali-kali. Tapi, alhamdulillah, hasilnya stabil,” pungkas Widji. [yhr]


Komentar Pembaca