Bus Pacitan-Jakarta Tinggal 6 Armada

Daerah  JUMAT, 20 MARET 2020 | 11:55 WIB

Bus Pacitan-Jakarta Tinggal 6 Armada

Terminal Bus Antar-Kota Pacitan yang biasa dijejali orang kini berangsur melengang

MoeslimChoice | Efek penyebaran wabah Corona (Covid-19) mulai berdampak pada angkutan umum. Bus jurusan Pacitan-Jakarta terpantau amat senyap. Tak seperti sebelumnya, kini arus penumpang, baik yang datang maupun pergi, berangsur meredup.

Bahkan, dari tujuh perusahaan otobus (PO) yang biasa melayani trayek menuju Jakarta di Terminal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, saat ini hanya tinggal 6 armada yang terlihat masih beroperasi.

Salah seorang pengemudi bus mengatakan, armada di tempatnya bekerja memang sudah memerintahkan untuk sementara tidak beroperasi dulu.

“Mulai hari ini, kami (bus Pacitan-Jakarta) resmi tidak beroperasi, sesuai kebijakan dari perusahaan. Sampai kapan, kami masih belum bisa memastikannya,” kata dia kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Kamis (19/3/2020).

Sejumlah perusahaan angkutan umum yang masih beroperasi mengaku, efek penyebaran virus Corona memang membuat jumlah penumpang anjlok drastis. Penurunan ini sudah terjadi sejak tiga hari terakhir.

Sementara itu, Kiswo (50), salah seorang agen bus Agra Mas, juga mengungkapkan, pengaruh virus Corona sangatlah besar bagi perusahaan angkutan umum jurusan Pacitan-Jakarta.

“Pengaruhnya sangat besar. Meskipun masih ada 8 armada yang jalan, tetapi jumlah penumpangnya turun sekitar 40 persen,” ungkap Kiswo kepada MoeslimChoice.

Diakuinya, pada hari-hari sebelumnya, jumlah penumpang yang berangkat ke Jakarta bisa mencapai 100 orang per hari. Namun, saat ini, untuk mencapai angka 60 orang saja susahnya setengah mati.

“Biasanya, jumlah penumpang mencapai 100 orang per hari. Sekarang, hanya sekitar 60-an. Itu yang dari Pacitan menuju Jakarta,” jelasnya.

Beredar informasi, berkurangnya jumlah pengguna jasa angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi dari Pacitan ini merupakan imbas dari adanya pembatasan aktivitas masyarakat di Ibukota Jakarta.

Sehingga, para penumpang memilih membatalkan tiket yang sudah lebih dulu dipesan sejak sepekan sebelumnya. Alhasil, banyak perusahaan otobus yang harus menanggung rugi, karena biaya operasional menjadi terasa jauh lebih besar ketimbang pendapatan.

“Ya, tentunya kita jadi terdampak kerugianlah, akibat banyaknya pembatalan dari penumpang. Tapi, tak apalah, toh semua itu demi keamanan dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. [yhr]


Komentar Pembaca
Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05

Bubarkan Fpi

Bubarkan Fpi

Ahad, 03 Mei 2020 | 19:55

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD