Cegah Penyebaran Radikalisme, Ini yang Dilakukan DPN Sahabat Polisi

Hukum  KAMIS, 12 MARET 2020 | 13:46 WIB

Cegah Penyebaran Radikalisme, Ini yang Dilakukan DPN Sahabat Polisi

Pengurus DPN Sahabat Polisi bersama awak media/ist

Moeslimchoice | Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Sahabat Polisi mengajak masyarakat secara bersama-sama mencegah penyebaran paham radikalisme. Ajakan dikemas dalam Seminar Nasional tentang Bahaya Penyebaran Paham Radikalisme dan Upaya Pencegahannya di Swiss Belhotel Mangga Besar, Jalan Kartini Raya, Jakarta Pusat pada Kamis dan Jumat, 12-13 Maret 2020.

Mengusung tema ‘Menakar infiltrasi Radikalisme Terorisme Eksklusive di BUMN/Swasta dan Aparatur Sipil Negara (ASN)’, seminar akan menghadirkan narasumber dari BNPT, Kementerian Polhukam RI, Divisi Hukum Polri dan Wakil Ketua DPR-RI.

Ketua Umum Sahabat Polisi Fonda Tangguh menjelaskan, belakangan ini radikalisme telah meresahkan publik dan mengacaukan bangsa Indonesia.

“Kita sepakat radikalisme dan terorisme telah menjadi musuh kita bersama,” tegas Fonda, Kamis (12/3/20).

Menurutnya generasi muda menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar radikalisme terorisme.

“Sehingga mereka-mereka ini perlu dibekali pemahaman akan bahaya radikalisme terorisme dengan metode penyesuaian atau cara sosialisasi yang tepat sasaran,” ungkap Fonda.

Tak hanya generasi muda. Fonda menambahkan, perusahaan swasta hingga BUMN pun sudah waktunya menabuh genderang perang terhadap radikalisme terorisme. Baik perusahaan industri, perbankan hingga instansi pemerintahan.

“Maka dari itu, mari kita bersama-sama bergandengan tangan untuk mencegah penyebaran paham radikalisme terorisme,” ajaknya.

Hal Senada juga disampaikan Sekjen Sahabat Polisi, Ade Mulyana. Menurut dia, dalam Seminar Nasional tentang Bahaya Penyebaran Paham Radikalisme dan Upaya Pencegahannya itu masyarakat akan mendapatkan berbagai macam ilmu.

“Mengetahui pola pencegahan paham radikalisme terorisme sehingga kita tidak terjerumus dalam kejahatan terorisme,” terang Ade.

"Lebih dari itu, seminar tersebut mampu menjadi media interkatif dan edukatif dalam memahami pencegahan kejahatan terorisme atau kejahatan sejenis lainnya," tambahnya. [fah]


Komentar Pembaca