Di Hadapan Para Da'i, Wapres Bicara Kemiskinan dan Radikalisme

Nasional  SELASA, 10 MARET 2020 | 02:55 WIB | Warni Arwindi

Di Hadapan Para Da'i, Wapres Bicara Kemiskinan dan Radikalisme

MoeslimChoice | Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mau angka kemiskinan di Indonesia segera turun. Ia bahkan mempunyai target tinggi soal ini. Ma'ruf menargetkan angka kemiskinan pada Maret 2019 yang sebesar 9,41 persen, bisa diturunkan hingga menjadi 0 persen.

"Kemiskinan kita 9 koma sekian, kami ingin menghilangkan sampai 0 persen, jadi bukan 9, kita masih 9 koma. Target kami bagaimana kemiskinan hilang. Tak ada lagi orang miskin," ujar Ma'ruf di hadapan peserta Rakernas Ikatan Dai Indonesia, di Kantor Wapres, Jakarta, Senin, 9/3/20.

Walau begitu, Ma'ruf tak menjelaskan kapan target ini bisa dicapai. Dirinya hanya  ingin seluruh masyarakat Indonesia hidup serta membekali diri menjadi orang-orang yang terbebas dari kemiskinan. "Bagaimana masyarakat sejahtera lahir dan batin," ucapnya.

Menurut Ma'ruf, upaya mengentaskan kemiskinan perlu melibatkan semua pihak, tak terkecuali tokoh agama seperti dai.  Apalagi, kata dia, Islam mengajarkan umatnya untuk saling bantu membantu menyelesaikan masalah kemiskinan di masyarakat.

"Bahkan kalau sampai tak makan, bukan lagi fardu kifayah, tapi fardu ain. Atau kurang pakaian, atau sebangsanya, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, ini kan gejala-gejala kemiskinan. Artinya kemiskinan harus kita hilangkan, minimal hukumnya fardu kifayah," tuturnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk miskin Indonesia pada Maret 2019 sebanyak 25,14 juta penduduk. Jumlah ini menurun 810 ribu penduduk, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam kesempatan itu Ma’ruf Amin meminta para dai di Indonesia untuk mengambil peran dalam mengatasi persoalan radikalisme dan terorisme di dalam negeri. “Saya juga harap, mohon bantuan para dai, untuk ikut menanggulangi radikalisme. Radikalisme yang kita maksud tentu radikalisme yang negatif, makanya kita menyebutnya radikal teorisme, radikal yang mengarah kepada soal terorisme,” kata Kiai Ma’ruf Amin


Komentar Pembaca