Agen Umroh di Sumsel Rugi Hingga Miliaran

Tentang Sumsel  KAMIS, 27 FEBRUARI 2020 | 17:53 WIB | Rahmad Romli

 Agen Umroh di Sumsel Rugi Hingga Miliaran

MoeslimChoice. Kebijakan penutupan Bandara King Abdul Aziz Arab Saudi secara dengan alasan mengantisipasi Virus Corona menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi biro perjalanan haji dan umroh di Sumatera Selatan (Sumsel).

MC Award 2

Setidaknya satu agen perjalanan umroh mengalami kerugian minimal Rp 1 miliar, kerugian terbesar yakni tiket pesawat.


Salah satu biro perjalanan haji dan umroh Zafa Tour dipastikan mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar bahkan lebih. Setidaknya ada 500 lebih jemaah yang gagal berangkat pada bulan Maret ini mulai dari paket Umroh plus wisata hingga paket hemat.

Di Zafa Tour ada tiga paket yang ditawarkan yakni paket umroh dan wisata ke Turki, paket umroh dan ke Al Aqsa serta paket hemat.

"Kalau satu jemaah saja biaya minimal Rp 20 juta, ini ada 500 jemaah yang terancam gagal di bulan Maret ini. Kalikan saja berapa nilainya, setidaknya sudah satu miliar rupiah," ungkap Kepala Cabang Zafa Tour Palembang, Ridwan Saiman.

Kerugian ini dialami karena mereka sudah membayar biaya penginapan dan tiket pesawat. Mereka berharap ada perubahan jadwal pemberangkatan sehingga bisa mengurangi biaya operasional.

Ridwan berhadap ada solusi dari pemerintah sehingga para jemaah umrah tidak merasa resah.

Kerugian inipun kemungkinan lebih besar dari perkiraan karena tidak semua biro atau agen perjalanan terdaftar dalam satu asosiasi.

Berdasarkan hasil hitungan Asosiasi Biro Perjalanan dan Wisata Indonesia (Asita) Sumsel, setidaknya ada 98 agen perjalanan yang terdaftar. Dari jumlah tersebut ada sekitar 15 agen yang fokus dibisnis agen perjalanan umroh dan haji.

"Kerugian di bulan Maret ini masih asumsi yah karena bisa saja lebih besar dari itu. Kalau satu agen saja batal memberangkatkan 500 jemaah dengan biaya sekitar Rp 24 juta, bisa dihitung berapa mereka rugi. Itu baru satu agen saja, kalau ada 15 agen bisa dihitung mereka kerugian. Itu baru bulan Maret saja," ungkap Ketua Asita Sumsel, Anton Kurniawan, Kamis (27/2).

Anton menguraikan, kerugian paling besar yang dialami agen yaitu biaya penginapan selama umroh, tiket penerbangan, dan lainnya.  

"Sekarang tinggal bagaimana kepiawaian biro perjalanan untuk melobi agen mereka di Arab Saudi terutama soal penjadwalan ulang keberangkatan, penginapan, dan penerbangan. Selain  itu pemerintah juga sangat diperlukan. Kalau semua komponen ini terpenuhi, tentu ruginya tidak besar," jelas Anton.

Sebagai Ketua Asita Sumsel, Anton menghimbau agar para jemaah tidak panik dengan kondisi ini karena semua kejadian ini bukan kesalahan biro perjalanan.

"Intinya kita menghimbau para jemaah umroh sabar dan tawakkal, anggap saja ini belum waktunya dapat panggilan. Kalau syarat lain mereka terpenuhi baik fisik dan finansial semua terpenuhi. Tapi ini kan sifatnya force major, artinya bukan salah siapa-siapa tapi ada dari Arab Saudi," ujarnya. [rhd]


Komentar Pembaca