Puluhan Warga Langkat Keracunan Usai Konsumsi Olahan B-2

Daerah  RABU, 26 FEBRUARI 2020 | 20:36 WIB

Puluhan Warga Langkat Keracunan Usai Konsumsi Olahan B-2

MoeslimChoice | Di tengah masalah flu babi afrika (african swine fever) atau kolera babi (hog cholera) yang belum tuntas di Sumatera Utara, sebanyak 82 warga Desa Pangkalan Siatak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat mengalami keracunan usai menyantap hidangan hewan yang biasa disingkat sebagai B-2 itu. Peristiwa ini berlangsung di acara doa bersama untuk keselamatan di halaman Gereja HKBP di Dusun I Tungkam Jaya, pada Selasa dini hari, 25/2/20.

Sebenarnya acara doa bersama itu dihadiri pula oleh warga muslim setempat bersama warga nasrani. Usai acara doa bersama menurut agama masing-masing, acara berlanjut dengan makan bersama, dan warga muslim hanya menyantap nasi dan olahan daging ayam kampung lantaran mengharamkan konsumsi babi. Sedangkan warga nasrani mengkonsumsi masakan olahan dari hewan itu.

Nah, beberapa saat setelah warga pulang ke rumah masing-masing sejumlah warga nasrani yang ikut makan bersama mengalami sakit perut masal, disusul mual dan muntah. Sebagian ada yang mencret dan demam.

Kepala desa setempat yang mendapat laporan segera dirujuk untuk mendapat perawatan di Puskesmas Pangkalan Susu. Walhasil, tercatat 82 orang yang keracunan makanan.

Enam warga, salah satunya masih anak-anak, malah harus berobat ke RS Pertamina, Pangkalan Brandan. “Yang keracunan makanan sebanyak 82 orang merupakan jemaat Gereja HKBP Desa Pangkalan Siatak,” kata Lumbangaol, salah satu korban yang dirawat di RS Pertamina.

“Kami yang beragama Kristen memasak di acara itu di gereja HKBP, memotong beberapa ekor babi yang semuanya tampak sehat. Ternyata, setelah makan bersama, terasa pusing dan mual hingga harus dirawat,” katanya.

Sedangkan Kapolsek Pangkalan Susu, Langkat,  AKP Ilham SSos membenarkan warga yang terduga keracunan mengeluhkan sakit perut, lalu muntah-muntah, pusing, mencret dan sebagian lagi demam. "Kita menduga berasal dari makanan olahan daging babi yang mereka santap sebelumnya," kata diaa.

Sebanyak 82 warga jemaat yang mengkonsumsi daging babi kembali berkumpul di gereja HKBP untuk memeriksa kesehatan mereka. Setelah diperiksa, tim medis merujuk enam warga jemaat HKBP ke Rumah Sakit Umum Pertamina di Pangkalan Berandan, Kabupaten Langkat.

"Saat ini kondisi mereka sudah stabil. Tetapi masih perlu mendapat perawatan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Sumut adalah provinsi yang memiliki populasi babi terbanyak setelah Nusa Tenggara Timur. Selama beberapa bulan belakangan wabah kolera babi atau demam babi afrika melanda Sumut sehingga puluhan ribu hewan ini mati.

Beberapa hari sebelumnya, terjadi juga keracunan setelah beberapa warga Kabupaten Simalungun mengkonsumsi masakan olahan daging anjing. Keracunan ini juga terjadi setelah warga mengkonsumsi hewan itu dalam acara makan bersama.


Komentar Pembaca