HD: Musuh Terbesar Kita, Orang-orang Penikmat Hoaks

Tentang Sumsel  RABU, 26 FEBRUARI 2020 | 11:46 WIB | Rahmad Romli

 HD: Musuh Terbesar Kita, Orang-orang Penikmat Hoaks

MoeslimChoice. Komunitas wartawan angkatan tahun 70, 80, dan 1990-an kembali menerbitkan buku yang bertajuk “Sumsel Maju Untuk Semua Dimata Wartawan 789”. Penerbitan buku ini mendapat apresiasi dari Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru.

MC Award 2

Herman Deru terharu, dan mengucapkan terimakasih karena para jurnalis handal dan profesional ini masih mau berkontribusi untuk pembangunan Provinsi Sumsel melalui sinergi bersama pemerintah.

“Saya terharu melihat kegigihan para wartawan yang bersinergi membangun dan mendukung kinerja pemerintah. Saya benar-benar terharu. Mereka yang senior-senior ini masih mau berkontribusi untuk mewujudkan Sumsel Maju untuk semua yang menjadi obsesi saya,” katanya saat menerima langsung panitia pelaksana launching dan bedah buku “Sumsel Maju Untuk Semua Dimata Wartawan 789”, di Ruang Tamu Gubernur Sumsel (25/2).

Herman Deru juga menghimbau agar para jurnalis senior ini untuk tetap terus mengupgrade diri, kendati saat ini media konvensional mulai beralih menghadapi era digital.

“Satu yang tidak perlu di upgrade itu adalah pemikiran-pemikirannya. Media konvensional tidak bisa ditinggal, mengubah konvensional ke digital itu butuh waktu dan harus ada proses belajar,” himbaunya.

Menurut Herman Deru saat ini yang menjadi musuh terbesar masyarakat terkhusus para wartawan adalah berita hoax dan penikmat berita hoax, mengingat saat ini arus informasi dari berbagai sumber sangat sulit untung dibendung.

“Lawan kita berita hoax yang menyesatkan, seakan-akan informasi dikemas sedemikian rupa dan disiarkan seolah-olah benar. Selain hoax, musuh terbesar kita juga adalah orang-orang yang menikmati hoax,” pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua Panitia Pelaksana Launching Bedah Buku “Sumsel Maju Untuk Semua” H. Bangun Lubis menambahkan, buku “Sumsel Maju Untuk Semua” ini merupakan jembatan buat masyarakat agar mengetahui program-program yang dilakukan Gubernur Sumsel untuk mewujudkan Sumsel Maju Untuk Semua.

Selain program, dalam buku tersebut juga diisi kritik para wartawan yang bertujuan untuk pembangunan Provinsi Sumsel.

“Jadi kalau kita hanya seminar tidak ada wujudnya mungkin tidak terlalu menarik, tidak ada terdokumentasi mangkannya oleh karena itu saya fikir kenapa tidak buku kita buat. Ini teman-teman wartawan juga suka, mangkanya wartawan senior atau lebih dikenal wartawan 789 membuat buku lalu kemudian menghadap guberrnur. Ternyata beliau mensupport penuh sehingga dijadikan satu hal yang berharga seorang Gubernur bersedia mendukung penerbitan buku tersebut,” katanya.

“Isinya juga kan pembangunan-pembangunan bukan kriminal dengan seperti itu masyarakat bisa membaca, orang luar juga bisa mengetahui dan juga wartawan akan mengkritik melalui buku itu. Ini untuk yang pertama sekali, karena selama ini kita buat bentuk pembangunan tapi ini ada kritikan,” tambahnya.

Menurutnya, Herman Deru sangat peduli terhadap kesejahteraan masyarakat, terbukti dengan membuat beberapa program yang langsung dirasakan masyarakat seperti rumah tahfidz dan mengembalikan kejayaan sumsel sebagai lumbung pangan.

"Kenapa Herman Deru karena dia orang yang peduli kepada wartawan, kalau wartawan yang profesional yang memiliki intelektualitas yang baik biasanya bisa menilai bahwasanya pemimpin seirama dengan visi dan misi wartawan,” pungkasnya. [rhd]


Komentar Pembaca