Ini Alasan Warga Kampung Sekitar Manyerang Mall AEON

Daerah  RABU, 26 FEBRUARI 2020 | 05:25 WIB

Ini Alasan Warga Kampung Sekitar Manyerang Mall AEON

Wali Kota Jakarta Timur dan Kapolres Jaktim berkoordinasi mengamankan Mall AEON dari amukan massa/wag

Moeslimchoice |  Ratusan warga beberapa Kampung di sekitaran Jakarta Garden City berunjuk rasa mendatang Mall AEON, Cakung, Jakarta Timur. Mereka tidak terima kampungnya kebanjiran akibat pembangunan perumahan dan Mall sekitar rumah warga kampung. Pasalnya, sudah puluhan tahun mereka tinggal dikampungnya, baru kali ini mereka mengalami kebanjiran.

MC Award 2

“Sejak saya dilahikan dan tinggal di kampung sini, baru kali ini saya merasakan kebanjiran. Sebelum-sebelumnya tidak pernah,” kata Husen (45) warga Kampung Tambun Rengas, Cakung Timur, Jakarta Timur, saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (25/2).

Pria yang tinggal di RT.10/07 Kampung Tambun Rengas mengaku baru pertama kali rumahnya kebanjiran sejak ia dilahirkan.

Banjir tersebut kata Husen, diakibatkan luapan danau yang berada di Jakarta Garden City (JGC) yang meluber ke rumah warga sekitar. Menurutnya, ada empat kampung yang terdampak banjir tersebut.

Husen yang sehari-hari berjualan air minum isi ulang itu bertempat tinggal di samping persis tembok yang membatasi wilayah rumah warga dengan JGC. Di depan rumahnya pun juga terdapat kali kecil yang hanya berukuran lebar sekitar tiga meter yang merupakan drainase satu-satunya dari beberapa kampung tersebut.

Saat kejadian, paparnya, air terlihat keluar dari sela-sela tembok pembatas ke jalan rumah warga. Padahal, kali yang berada di depan rumah warga tersebut sudah mengalami surut. Sehingga air yang keluar dari tembok tersebut mengalir ke kali itu.

Husen mengisahkan, pembangunan JGC dilakukan pada tahun 2015 lalu. Akibat pembangunan, rawa-rawa yang menjadi satu-satunya penampung air perkampungan warga Tambun Rengas kini sudah hilang.

"Tembok dibangun sekitar 2015 pak. Tadi air larinya ke rawa, karena dibatasin tembok sama perumahan jadi air kehalang tembok," terangnya.

Husen menceritakan bahwa musibah baru terjadi sejak Minggu (23/2) kemarin. Dua hari kemudian saat ibukota diguyur hujan semalaman, banjir kembali datang bahkan hingga ketinggian satu meter.

Ia dan warga sekitar JGC pun berharap, agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pengembang JGC segera mengatasi aliran air dari Waduk JGC agar tidak kembali meluap ke rumah warga.

Diketahui, dampak dari banjir tersebut membuat warga sekitar JGC emosi lantaran air waduk JGC meluap ke beberapa perkampungan sekitat JGC. Mereka melakukan protes terhadap pengembang JGC untuk segera mengatasi aliran air.

Bahkan, mereka nampak kecewa dengan respon pengembang JGC sehingga sebagian warga melakukan aksi di depan mall AEON yang berada di kawasan JGC Jakarta Timur yang berujung perusakan.

“Warga emosi karena pengembang cuek aja. Maka warga rame-rame mendatang Mall AEON,” tandasnya. [fah]

 

 


Komentar Pembaca