Hankook Tire Indonesia Gagas Kebun Hidroponik sebagai Pemberdayaan Ekonomi di Kawasan Industri

Ekonomi  RABU, 26 FEBRUARI 2020 | 02:35 WIB

Hankook Tire Indonesia Gagas Kebun Hidroponik sebagai Pemberdayaan Ekonomi di Kawasan Industri

Panen massal sayur hidroponik binaan Hankook Tire Indonesia/ist

Moeslimchoice | Keberadaan masyarakat lokal sekitar kawasan industri berperan penting bagi kelangsungan operasional dan bisnis perusahaan. Secara berdampingan, pelaku industri sudah selayaknya berperan menjaga hak bertempat tinggal masyarakat, bahkan turut serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Hal inilah yang telah dijalankan oleh produsen ban asal Korea Selatan, PT. Hankook Tire Indonesia (“Hankook Tire”).

MC Award 2

“Sejak tahun 2019, Hankook Tire Indonesia merangkul masyarakat Desa Cicau lewat program “Desa Binaan”, sebuah program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui kebun hidroponik. Dalam melaksanakan program ini, Hankook Tire Indonesia bekerja sama dengan yayasan Dompet Dhuafa sebagai mitra pelatihan hidroponik,” kata Assistant Manager CSR & Public Relations PT. Hankook Tire Indonesia Ade Mahendra dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (25/2/2020).

Kebun hidroponik adalah salah satu aktivitas urban farming, atau kegiatan pertanian dan perkebunan non-konvensional yang memanfaatkan lahan non-pertanian, seperti pemukiman warga di kawasan industri. Peralatan berkebun yang ekonomis yaitu dengan air, tanah, dan pipa membuat kebun hidroponik ini dapat diterapkan oleh masyarakat dari berbagai kalangan dengan memanfaatkan sumber daya yang terbatas.

“Melalui program “Desa Binaan”, Hankook Tire Indonesia memberikan sejumlah pelatihan kepada masyarakat, diantaranya menanaman sayuran hidroponik,  pembuatan biopori atau lubang resapan air, pemilihan sampah rumah tangga, penanaman pohon dan tanaman hias, dan pelatihan pemasaran sayuran,” ungkapnya.

“Sabtu (22/2/2020), program yang sudah berjalan hampir 9 bulan ini  kembali menggelar panen massal yang diikuti oleh Kepala Desa Cicau Maman M Fahlefi, serta segenap masyarakat pemerhati lingkungan.  Periode program kali ini diikuti sebanyak 30 warga desa, dan memproduksi berbagai macam sayuran dan tanaman hias,” terang Ade.

Adapun jenis sayuran tersebut antara lain Kangkung, Bayam, Pakcoy, dan Selada Air, dan tanaman hias antara lain Pucuk Merah, Brokoli Kuning, Brokoli Hijau, Bambu Air, Lavender, dan lainnya. Harga yang diterapkan bagi produksi ini relatif kompetitif dengan harga pasaran, yaitu Rp 5,000 per 200 gram untuk jenis sayuran sawi, pakcoy, dan selada air, karena hasil produksinya sendiri mengedepankan kualitas organik yang tidak menggunakan pestisida dalam proses penanamannya, sehingga meminimalisir kontaminasi zat kimia yang rentan mengurangi kualitas sayuran. 

Lebih lanjut Ade mengungkapkan, Program “Desa Binaan” merupakan wujud salah satu pilar corporate social responsibility (CSR) perusahaan yang mensinergikan aspek sosial-ekonomi dan lingkungan.

“Kami ingin masyarakat memiliki kesadaran mengelola lingkungan sekaligus mampu berdaya secara ekonomi. Produksi kebun ini dapat dijual kembali ke masyarakat lainnya, bahkan didistribusikan ke pasar maupun pusat perbelanjaan. Selain itu, peserta program juga dapat mengkonsumsi hasil kebun tersebut bagi pemenuhan gizi keluarga.” ujar Ade.

 

Selain kebun hidroponik, Hankook Tire Indonesia juga mendorong masyarakat setempat untuk mengelola sampah dengan lebih baik melalui pemilihan sampah rumah tangga yang disalurkan ke bank sampah dan komposter.

“Sampah organik tersebut kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi kegiatan urban farming. Sementara itu, pembuatan biopori air bertujuan meminimalisir genangan ketika musim hujan datang sehingga kawasan pedesaan dapat bebas dari banjir,” katanya.

Setelah Desa Cicau yang menjadi percontohan program, Ade Mahendra mengungkapkan harapan dan rencana perusahaan agar program ini dapat diterapkan ke berbagai desa lainnya.

“Ke depannya Hankook ingin memperluas area perkebunan, mendirikan sentra tanaman hias serta pupuk kompos, dan memproduksi komoditas lain yang mempunyai nilai jual agar dapat mendukung perekonomian masyarakat lokal. Kami berkomitmen untuk terus menjalankan program ini, lewat pendampingan dan pembinaan yang intens kepada masyarakat peserta program.” tutup Ade.  [fah]


Komentar Pembaca