Paska Kebanjiran dan Diinspeksi oleh Bapeten, Alhamdulillah RSCM Aman dari Paparan Radioaktif

Kesehatan  SELASA, 25 FEBRUARI 2020 | 18:25 WIB | Natasha

Paska Kebanjiran dan Diinspeksi oleh Bapeten, Alhamdulillah RSCM Aman dari Paparan Radioaktif

Ruangan radiologi RSCM/net

Moeslimchoice | Tim inspeksi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten)  yang menyambangi fasilitas Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mengecek situasi dan kondisi  ruangan radioterapi dan radiologi, paska paska kebanjiran pada Sabtu (22/2/2020) lalu. Hasilnya, secara keseluruhan tidak ditemukan paparan radioaktif pada fasilitas yang diinspeksi.

MC Award 2

“Sebagaimana diketahui, ruangan radioterapi dan radiologi sempat terpapar banjir pada Sabtu lalu. Sehingga, Bapeten memutuskan untuk melakukan inspeksi pada Senin (24/2). Sekaligus juga memeriksa fasilitas kedokteran nuklir dan Gamma Knife," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Bapeten Abdul Qohhar Qohhar pada awak media, Selasa (25/2).

Dari hasil inspeksi tersebut, Qohhar menyatakan Bapeten memutuskan bahwa semua fasilitas dan peralatan radiasi di RSCM yang memanfaatkan sumber radiasi pengion dalam kondisi aman dan tidak membahayakan pengguna maupun operatornya.

"Tempat penyimpanan bahan dan limbah radioaktif juga tidak terkena dampak banjir. Tim inspeksi melakukan uji usap untuk memastikan tidak adanya kontaminasi limbah radioaktif," urainya lebih lanjut.

Fasilitas Gamma Knife dan kedokteran nuklir, juga dinyatakan aman untuk digunakan dalam melakukan pelayanan kesehatan.

"Pada fasilitas radioterapi, ada dua mesin yang membutuhkan perbaikan untuk menyempurnakan kalibrasinya, yaitu Tomoterapi dan 3 Linac. Nanti akan ada koordinasi lanjutan terkait tingkat keselamatan radiasi," ujar Qohhar.

Untuk pesawat Sinar-X,  ia menyebutkan ada beberapa yang rusak tapi ada juga yang tidak terkena dampak banjir.

"Yang terkena dampak, akan dilakukan perbaikan dan uji kesesuaian oleh Lembaga Uji Kesesuaian (LUK) terlebih dahulu. Sementara yang tidak terkena dampak, dapat digunakan untuk melakukan pelayanan kesehatan," pungkasnya. [fah]


Komentar Pembaca